Laju Pertumbuhan Kendaraan Listrik Kembali Tertahan

SPKLU PLN.
Sumber :
  • Dokumentasi PLN.

Jakarta, VIVA – Penundaan insentif kendaraan listrik kembali membuat pasar otomotif nasional berada dalam posisi menunggu. Di tengah agresifnya peluncuran mobil listrik baru dan ekspansi investasi pabrikan, kepastian stimulus dari pemerintah masih belum juga diumumkan.

img_title As Roda Belakang Chery Omoda 5 Copot, Bos Besar Chery Sampai Minta Maaf

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan insentif kendaraan listrik atau EV belum akan diberlakukan dalam waktu dekat. Pemerintah memutuskan menunda kebijakan tersebut selama satu bulan ke depan karena masih melakukan perhitungan lanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Insentif EV masih ditunda satu bulan lagi. Ada perhitungan yang masih dilakukan,” ujarnya beberapa waktu lalu. Menurut dia, pemerintah masih mematangkan skema yang akan diterapkan sebelum kebijakan resmi dijalankan.

img_title Geely Tindak Lanjuti Keluhan EX2, Mobil Listrik yang Gak Bisa Ngecas

Padahal, insentif dinilai menjadi salah satu faktor penting yang selama ini membantu pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia. Terlebih, harga mobil listrik masih relatif tinggi dibanding mobil bermesin konvensional di kelas yang sama.

Rencana pemerintah sebenarnya cukup besar. Tahun ini disiapkan kuota masing-masing 100 ribu unit untuk mobil listrik dan motor listrik.

img_title Pemerintah Tanggung 100% PPN Tiket Pesawat saat Nataru 2026/2027, Ini Syaratnya

Untuk motor listrik, bantuan yang disiapkan mencapai Rp5 juta per unit. Sedangkan mobil listrik akan mendapatkan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah atau PPN DTP sebesar 40 sampai 100 persen.

Namun skema tersebut hanya berlaku untuk kendaraan listrik murni berbasis baterai. Mobil hybrid dipastikan tidak masuk dalam program insentif tersebut.

Di sisi lain, sejumlah produsen otomotif saat ini sedang agresif memperluas lini kendaraan listrik di Indonesia. Tidak hanya menghadirkan produk baru, beberapa merek juga mulai membangun fasilitas produksi lokal dan memperbesar investasi ekosistem baterai.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief mengatakan pihaknya tetap mengikuti keputusan yang diambil Kementerian Keuangan terkait insentif otomotif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pada dasarnya Kemenperin mengikut saja dengan keputusan bapak Menkeu soal itu. Pak Menteri sudah mengusulkan skema dan mekanisme insentif untuk industri otomotif,” kata Febri, dikutip VIVA Otomotif dari YouTube, Kamis 28 Mei 2026.

Dengan kondisi tersebut, pasar kendaraan listrik Indonesia diperkirakan masih akan bergerak hati-hati sambil menunggu kepastian kebijakan fiskal dari pemerintah.

Taksi Green SM

Green SM Buka-bukaan soal Pendapatan Driver, Sehari Bisa Rp 400 Ribu

Green SM menawarkan skema pendapatan hingga Rp 400 ribu sehari bagi pengemudi mobil, lengkap dengan program sewa kendaraan listrik dan insentif berbasis kinerja.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut