Pembeli Makin Pintar, Perang Harga Mobil Tak Lagi Efektif

Ilustrasi pameran mobil.
Sumber :
  • VIVA Otomotif

Jakarta, VIVA – Persaingan pasar mobil di Indonesia semakin ketat sepanjang tahun ini. Berbagai merek menawarkan potongan harga, program cashback hingga subsidi cicilan untuk menarik minat konsumen. Namun strategi tersebut belum tentu cukup untuk mendongkrak penjualan secara signifikan.

img_title Kredit Mobil Bukan Satu-satunya Andalan ACC

Kondisi tersebut muncul seiring kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,50 persen yang berpotensi memengaruhi biaya pembiayaan kendaraan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Chief Economist PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, menilai diskon memang dapat meningkatkan ketertarikan calon pembeli pada tahap awal. Namun keputusan akhir konsumen biasanya ditentukan oleh faktor lain yang lebih luas.

img_title Daftar Harga Lexus Terbaru September 2026, Mulai Rp900 Jutaan

“Potongan harga bisa menjadi daya tarik, tetapi saat konsumen mulai menghitung total pengeluaran, mereka akan melihat cicilan bulanan, uang muka, biaya asuransi hingga biaya penggunaan kendaraan dalam jangka panjang,” kata Josua saat dihubungi VIVA Otomotif, Rabu 10 Juni 2026.

Menurutnya, pembeli kendaraan saat ini tidak hanya fokus pada harga yang tertera di ruang pamer. Mereka juga mempertimbangkan kondisi ekonomi dan kemampuan finansial sebelum mengambil komitmen kredit dalam jangka waktu beberapa tahun.

img_title Jensen Interceptor Kembali Setelah 50 Tahun, Kali Ini Jadi Monster 960 Dk

Apalagi kendaraan merupakan pembelian bernilai besar yang sering kali membutuhkan pembiayaan dari perusahaan leasing atau perbankan.

Josua menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga dapat membuat masyarakat lebih berhati-hati meski berbagai promo masih tersedia di pasar.

“Pada akhirnya yang menentukan terjadi atau tidaknya transaksi bukan hanya harga kendaraan. Konsumen juga melihat apakah cicilan tersebut masih sesuai dengan kondisi keuangan mereka,” ujarnya.

Selain tekanan dari sisi pembiayaan, industri otomotif juga menghadapi tantangan akibat pelemahan rupiah. Sejumlah model kendaraan masih menggunakan komponen impor sehingga berpotensi mengalami kenaikan biaya produksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi tersebut membuat pabrikan harus bekerja lebih keras untuk menjaga daya tarik produknya. Perang harga mungkin dapat membantu mempertahankan pangsa pasar, tetapi belum tentu mampu menciptakan pertumbuhan permintaan baru jika daya beli masyarakat sedang tertekan.

Karena itu, Josua menilai industri otomotif membutuhkan dukungan yang lebih komprehensif, termasuk penguatan industri komponen lokal dan berbagai insentif yang mampu menjaga minat beli konsumen tanpa mengorbankan kesehatan industri dalam jangka panjang.

Mobil Mercedes-Benz

Ribuan Mobil Mercedes-Benz Bakal Banjiri Jakarta

Ribuan penggemar Mercedes-Benz dari berbagai daerah di Indonesia bakal berkumpul di Ibu Kota dalam Jambore Nasional (Jamnas) XXI Mercedes-Benz Club Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
5 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut