Bos Toyota Takut Semua Mobil Jadi Listrik

CEO Toyota, Akio Toyoda. Foto: Insider.
Sumber :
  • Insider.

Jepang, VIVA - Ketika banyak pabrikan otomotif mulai meninggalkan mesin bensin dan fokus membuat mobil listrik, Toyota justru masih mempertahankan arah yang berbeda. Bahkan Chairman Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda, mengaku khawatir jika suatu hari seluruh industri otomotif hanya mengandalkan mobil listrik.

img_title Pemerintah Tak Mau Mobil Listrik Cuma Jadi Barang Impor, Ini Target Barunya

Menurutnya, tren yang membuat hampir semua produsen beralih ke kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) menjadi hal yang paling ia takutkan saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Semua orang beralih ke BEV. Itu adalah ketakutan terbesar saya," kata Toyoda seperti dikutip VIVA dari Carscoops, Jumat 12 Juni 2026.

img_title Polisi Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Mobil Listrik di Blok M, Ternyata Driver Ojol Ketiduran karena Kelelahan

Bukan tanpa alasan. Cucu pendiri Toyota itu dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai mobil bermesin konvensional. Baginya, mobil bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga sumber kesenangan bagi pengemudi.

Ia mengaku masih menyukai suara mesin, sensasi perpindahan gigi, hingga aroma khas yang dihasilkan kendaraan bermesin pembakaran internal.

img_title Indonesia Dilirik untuk Produksi Mobil Double Cabin Tujuan Australia

Beberapa tahun lalu, Toyoda sempat menjadi salah satu petinggi industri otomotif yang berani menyuarakan bahwa mobil listrik bukan satu-satunya solusi untuk masa depan. Namun sekarang, ia merasa semakin sedikit orang yang memiliki pandangan serupa.

"Saya ingin mempertahankan mesin dan pekerjaan para pemasok komponen mesin. Tapi terkadang saya merasa sendirian," ujarnya.

Meski sering dianggap anti mobil listrik, sebenarnya Toyota tetap serius mengembangkan kendaraan ramah lingkungan. Bedanya, mereka tidak hanya fokus pada satu teknologi.

Toyota saat ini mengembangkan berbagai jenis kendaraan, mulai dari hybrid, plug-in hybrid, mobil listrik berbasis baterai, hingga kendaraan berbahan bakar hidrogen.

Strategi tersebut membuat Toyota berbeda dibanding sejumlah pabrikan lain yang sudah menetapkan target untuk hanya menjual mobil listrik dalam beberapa tahun ke depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Toyota, setiap negara memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda sehingga solusi menuju emisi karbon rendah tidak harus selalu menggunakan mobil listrik murni.

Di sisi lain, kecintaan Toyoda terhadap mobil performa tinggi juga masih terlihat dari sejumlah proyek terbaru Toyota. Salah satunya adalah GR GT yang dibekali mesin V8 twin-turbo 4.0 liter tanpa bantuan motor listrik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut