Trump Protes Harga BBM Masih Tinggi

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih
Sumber :
  • White House

Washington DC, VIVA – Harga minyak dunia mulai bergerak turun setelah sempat melonjak akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Namun, penurunan tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat, sehingga memicu protes dari Presiden Donald Trump.

img_title PS5 Pro atau Rakit PC Gaming? Hitung Biaya yang Harus Disiapkan Gamer

Trump menilai harga BBM yang dibayar masyarakat masih terlalu tinggi dibanding penurunan harga minyak mentah. Menurutnya, perusahaan minyak belum menyesuaikan harga secara sebanding dengan biaya bahan baku yang kini lebih rendah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui pernyataannya, dikutip VIVA Otomotif dari Carscoops, Kamis 25 Juni 2026, Trump bahkan menuding perusahaan-perusahaan migas mengambil keuntungan berlebihan dari situasi tersebut. Ia mengatakan konsumen masih "diperas" karena harga BBM dinilai belum turun sebagaimana mestinya.

img_title Tecno Spark 50s 5G vs Infinix Note 50s 5G, Hp Mana yang Lebih Layak untuk Gaming Santai?

Trump juga meminta Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) untuk menyelidiki dugaan praktik pengambilan keuntungan yang tidak wajar oleh perusahaan minyak. Ia berharap harga BBM bisa segera turun lebih cepat dalam waktu dekat.

Protes tersebut muncul setelah harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun ke kisaran US$71 per barel. Sebelumnya, harga minyak sempat bertahan di sekitar US$100 per barel selama beberapa bulan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

img_title Legislator PDIP Apresiasi Polda Riau Bongkar Penyelewengan BBM Subsidi: Usut Jaringan Mafia hingga ke Akarnya

Meski harga minyak mulai melemah setelah adanya kesepakatan penghentian operasi militer antara Amerika Serikat dan Iran, pasar energi global masih dibayangi ketidakpastian. Kondisi tersebut membuat pelaku industri belum sepenuhnya menyesuaikan harga BBM di tingkat konsumen.

Di sisi lain, industri migas menilai harga BBM memang tidak selalu bergerak secepat harga minyak mentah. American Petroleum Institute (API) menjelaskan pasar energi membutuhkan waktu untuk kembali stabil setelah terjadi gangguan pasokan berskala global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, distribusi minyak mentah dan produk BBM juga memerlukan waktu yang tidak singkat. Kapal tanker membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk mengangkut minyak ke berbagai wilayah, sehingga dampak perubahan harga minyak mentah tidak langsung terasa di stasiun pengisian bahan bakar.

Juru bicara API, Bethany Williams, mengatakan harga BBM tidak bergerak seiring dengan harga minyak mentah, terutama ketika rantai pasok, kapasitas kilang, dan persediaan masih terdampak gejolak global. Menurutnya, fokus industri saat ini adalah menjaga stabilitas pasokan energi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Polisi membongkar dugaan penimbunan BBM Pertalite di Bali.

Libatkan Operator SPBU, Sindikat Penimbun BBM Pertalite di Bali Raup Omzet Rp75 Juta per Bulan

Polisi membongkar dugaan sindikat penimbunan BBM Pertalite di Denpasar, Bali, yang melibatkan operator SPBU. Mereka bisa meraup omzet Rp75 juta per bulan.

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut