Motor Klasik Naik Daun, Perawatan Jadi Tantangan

Pameran motor klasik
Sumber :
  • Repsol

Jakarta, VIVA – Minat terhadap motor klasik terus menunjukkan tren positif di Indonesia. Tak hanya dijadikan koleksi, banyak motor Jepang keluaran era 1980-an hingga 1990-an yang masih aktif digunakan untuk berkendara maupun mengikuti berbagai kegiatan komunitas.

img_title Kredit Kendaraan Nol Persen Diperpanjang hingga 2027

Seiring bertambahnya usia kendaraan, tantangan yang dihadapi pemilik pun semakin beragam. Kondisi mesin yang sudah berumur membuat perawatan tidak bisa disamakan dengan sepeda motor modern, terutama dalam hal pemilihan pelumas dan jadwal servis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbeda dengan motor baru, komponen mesin pada motor lawas umumnya sudah mengalami keausan akibat pemakaian selama bertahun-tahun. Karena itu, pemilik dituntut lebih teliti dalam menjaga performa mesin agar tetap bekerja optimal dan tidak mudah mengalami kerusakan.

img_title Soal Motor Trail Listrik Diduga untuk MBG Mangkrak di Bekasi, TNI Akhirnya Ungkap Fakta Sebenarnya

Selain memperhatikan kondisi komponen, penggunaan pelumas yang sesuai dengan karakter mesin juga menjadi salah satu faktor penting. Pelumas berfungsi mengurangi gesekan antarkomponen, membantu menjaga suhu kerja mesin, sekaligus meminimalkan keausan yang berpotensi muncul pada kendaraan berusia puluhan tahun.

Fenomena meningkatnya minat terhadap motor klasik terlihat dari semakin banyaknya kegiatan komunitas yang digelar di berbagai daerah. Salah satunya Japanese Bike Fest Vol. 3 yang berlangsung di Jakarta pada akhir Juni 2026 dan diikuti oleh para pecinta motor Jepang klasik dari berbagai wilayah.

img_title Heboh Motor Trail Listrik Diduga untuk MBG Mangkrak di Bekasi, TNI Bilang Begini

Festival tersebut menjadi ajang berkumpulnya pemilik motor lawas untuk berbagi pengalaman mengenai restorasi, perawatan, hingga menjaga keaslian kendaraan. Tidak sedikit peserta yang mempertahankan motornya tetap menggunakan spesifikasi orisinal pabrikan sebagai bentuk pelestarian sejarah otomotif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melihat tren tersebut, berbagai perusahaan di industri otomotif juga mulai aktif memberikan edukasi mengenai pentingnya perawatan kendaraan. Salah satunya Repsol Lubricants Indonesia yang memanfaatkan ajang Japanese Bike Fest Vol. 3 untuk menghadirkan sesi konsultasi produk, diskusi teknis, hingga edukasi mengenai pemilihan pelumas sesuai karakteristik mesin.

"Japanese Bike Fest bukan sekadar ajang berkumpulnya para pecinta sepeda motor Jepang era 1980–1990-an, tetapi juga sebuah ruang yang mempertemukan passion, sejarah, dan budaya otomotif," ujar Head of Marketing Repsol Lubricants Indonesia, Alejandro Werd Alonso, dikutip VIVA Otomotif Sabtu 4 Juli 2026.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut