Ban Motor Cepat Habis Meski Jarang Dipakai, Ini Penyebabnya
- Dok: AHM
Jakarta, VIVA – Banyak pemilik motor mengira ban hanya akan aus jika kendaraan sering digunakan. Padahal, ban juga bisa mengalami kerusakan meski motor lebih sering terparkir di garasi dalam waktu lama.
Kondisi tersebut terjadi karena ban terbuat dari karet yang akan terus mengalami proses penuaan. Paparan panas, sinar matahari, hingga tekanan beban yang terus-menerus pada satu titik dapat memengaruhi elastisitas ban, meski jarak tempuh kendaraan tidak bertambah.
Disadur VIVA Otomotif dari Slashgear, Selasa 7 Juli 2026, salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah menyimpan motor di area terbuka. Sinar ultraviolet dari matahari dapat mempercepat proses pengerasan karet sehingga ban menjadi retak-retak dan daya cengkeramnya berkurang.
Selain itu, perubahan suhu yang ekstrem juga dapat mempercepat penurunan kualitas ban. Karena itu, motor sebaiknya disimpan di tempat yang teduh, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik agar kondisi karet tetap terjaga.
Masalah lain yang kerap luput dari perhatian adalah posisi motor yang tidak berubah selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Beban kendaraan yang terus bertumpu pada satu bagian ban dapat menyebabkan permukaan ban menjadi rata di satu sisi atau dikenal sebagai flat spot.
Jika kondisinya sudah parah, bentuk ban bisa berubah permanen sehingga menimbulkan getaran saat motor kembali digunakan. Risiko tersebut lebih besar terjadi pada motor yang disimpan dalam waktu lama tanpa dipindahkan posisinya.
Untuk mengurangi risiko tersebut, pemilik motor disarankan menggunakan paddock stand agar roda tidak terus menopang beban kendaraan. Jika tidak memiliki alat tersebut, memindahkan posisi motor secara berkala juga dapat membantu mengubah titik tumpu ban.
Tekanan angin juga tidak boleh diabaikan meski motor sedang tidak dipakai. Ban secara alami akan kehilangan tekanan udara sedikit demi sedikit, sehingga tekanan yang terlalu rendah dapat mempercepat terbentuknya flat spot sekaligus merusak struktur ban.
Idealnya, tekanan angin diperiksa setidaknya satu kali setiap bulan selama motor disimpan. Pastikan angkanya tetap mengikuti rekomendasi pabrikan yang tercantum pada buku manual atau stiker informasi di motor.