Toyota Belum Mau Bikin Hilux PHEV

Toyota Hilux Terbaru
Sumber :
  • Toyota Global

Australia, VIVA - Persaingan di segmen pikap mulai memasuki babak baru. Setelah mobil penumpang dan SUV ramai menggunakan teknologi plug-in hybrid (PHEV), kini sejumlah pabrikan juga mulai menerapkannya pada kendaraan kabin ganda. Namun Toyota justru memilih belum ikut dalam tren tersebut.

img_title Mobil Hybrid Berpeluang Bebas Ganjil Genap, Pemerintah Siapkan Keistimewaan Baru

Padahal, Toyota merupakan salah satu produsen yang paling berpengalaman dalam mengembangkan teknologi hybrid maupun plug-in hybrid. Meski demikian, pabrikan asal Jepang itu menilai saat ini teknologi PHEV masih belum cocok untuk memenuhi karakter sebuah pikap pekerja seperti Hilux.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan itu membuat Toyota mengambil langkah berbeda dibanding para rivalnya. Ford misalnya, sudah memasarkan Ranger PHEV di beberapa negara. Sementara produsen asal China juga mulai agresif menghadirkan pikap hybrid seperti BYD Shark 6, GWM Cannon Alpha, hingga Nissan Frontier Pro.

img_title Innova Zenix Punya Fitur Baru

Toyota sendiri sebenarnya telah memperbarui Hilux dengan berbagai pilihan teknologi. Generasi terbarunya tersedia dalam mesin diesel, diesel mild hybrid, hingga versi listrik murni (BEV). Bahkan varian berbahan bakar hidrogen (FCEV) juga dijadwalkan hadir pada 2028.

Meski lini elektrifikasinya terus berkembang, Toyota memastikan Hilux PHEV belum masuk daftar prioritas.

img_title Perang SUV Murah September 2026, Ini yang Paling Laku

Senior Manager Product Planning and Pricing Toyota Australia, Ray Munday, mengungkapkan bahwa perusahaan memang mempelajari kemungkinan menghadirkan Hilux PHEV. Namun mereka tidak ingin terburu-buru meluncurkan produk yang masih memiliki banyak kompromi.

Menurutnya, tantangan terbesar teknologi plug-in hybrid pada kendaraan pikap bukan soal performa mesin, melainkan bobot tambahan dari baterai dan sistem elektrifikasi.

Bobot ekstra tersebut berpotensi memangkas kemampuan angkut maupun kapasitas menarik beban, dua aspek yang justru menjadi alasan utama banyak konsumen memilih Toyota Hilux.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau melihat teknologi saat ini, tantangan PHEV adalah penambahan bobot. Itu bisa mengurangi payload dan kemampuan towing. Sistem yang ada juga belum memenuhi standar kami untuk kebutuhan pelanggan Hilux yang menggunakan kendaraan ini untuk pekerjaan berat," ujarnya seperti dilansir VIVA dari CarExpert, Jumat 10 Juli 2026.

Pernyataan itu menunjukkan Toyota lebih memilih menjaga reputasi Hilux sebagai kendaraan pekerja dibanding sekadar mengejar tren elektrifikasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut