Merek Baru Tak Mau Bertarung di Jalur yang Sama

Lepas L8 di GIIAS 2026
Sumber :
  • VIVA/Krisna Wicaksono

Tangerang Selatan, VIVA - Persaingan merek mobil asal China di Indonesia mulai memasuki babak baru. Jika sebelumnya produsen berlomba menawarkan harga agresif, teknologi canggih, hingga jarak tempuh kendaraan listrik yang semakin jauh, kini sebagian pemain mulai mencari pembeda lewat pendekatan yang tak biasa.

img_title Perang China-Eropa Makin Panas, Mobil Hybrid Ikut Jadi Korban

Fenomena tersebut terlihat di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Salah satu pendatang baru, LEPAS, memilih memperkenalkan identitas mereknya melalui kolaborasi dengan Jakarta Fashion Week (JFW) 2027. Alih-alih hanya memamerkan spesifikasi kendaraan, booth mereka juga menghadirkan fashion show yang menampilkan karya desainer Indonesia Othman dan Danjyo Hiyoji.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Strategi ini menunjukkan bahwa persaingan merek China tak lagi sekadar soal siapa yang menawarkan baterai terbesar, fitur paling lengkap, atau harga paling murah. Desain dan gaya hidup mulai dijadikan nilai tambah untuk menarik perhatian konsumen, terutama kalangan urban yang menjadikan kendaraan sebagai bagian dari identitas pribadi.

img_title Terpopuler: Motor Listrik Rp500 Jutaan, TVS Bawa Rencana ke Prabowo, hingga Depresiasi Mobil Jepang dan China

Vice Country Director LEPAS Indonesia, Temmy Wiradjaja, mengatakan desain memiliki peran yang lebih besar dibanding sekadar tampilan luar kendaraan.

"Desain adalah cara kami menghadirkan pengalaman, karakter, dan emosi dalam setiap perjalanan. Karena itu, berkolaborasi dengan Jakarta Fashion Week terasa sangat natural, karena kami sama-sama percaya bahwa desain yang baik tidak hanya indah dilihat, tetapi juga mampu menjadi bagian dari gaya hidup seseorang," ujarnya di ICE BSD, Tangerang Selatan.

img_title Daftar Mobil China yang Harga Bekasnya Masih Tinggi

Pendekatan tersebut berbeda dibanding strategi yang selama ini identik dengan banyak merek kendaraan listrik asal China, yang lebih menonjolkan teknologi pengisian cepat, kapasitas baterai, atau fitur keselamatan sebagai daya tarik utama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, LEPAS tetap membawa dua model elektrifikasi ke pasar Indonesia. LEPAS E4 EV menjadi mobil listrik berbasis baterai (BEV) pertama mereka yang dibanderol dengan harga spesial GIIAS sebesar Rp339 juta OTR Jakarta.

Mobil ini dibangun menggunakan LEX Intelligent New Energy Platform dengan baterai berkapasitas 67 kWh. Berdasarkan klaim perusahaan, kendaraan tersebut mampu menempuh jarak lebih dari 600 kilometer berdasarkan standar CLTC serta mendukung pengisian cepat DC hingga 130 kW yang dapat mengisi daya dari 30 persen menjadi 80 persen dalam waktu sekitar 20 menit.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut