Pengusaha SPBU Mulai Beralih ke Bisnis SPKLU

Ilustrasi mobil listrik Volvo.
Sumber :
  • Carscoops

Shanghai, VIVA – Perubahan jenis kendaraan yang digunakan masyarakat mulai mendorong perubahan bisnis stasiun pengisian energi. Di China, pengelola SPBU mulai melihat kendaraan listrik sebagai peluang baru dengan mengubah sebagian fasilitas pengisian bahan bakar menjadi stasiun pengisian kendaraan listrik atau SPKLU.

img_title Green SM Buka-bukaan soal Pendapatan Driver, Sehari Bisa Rp 400 Ribu

Salah satu contohnya dilakukan perusahaan minyak milik negara China, Sinopec, yang bekerja sama dengan BYD untuk mengembangkan jaringan pengisian daya kendaraan listrik. Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Selasa 11 Agustus 2026, keduanya telah berkolaborasi sejak pertengahan 2024 dan kini mulai mengubah sejumlah SPBU menjadi lokasi Flash Charging.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu fasilitas tersebut berada di Shanghai. Lokasi yang sebelumnya digunakan sebagai SPBU Sinopec kini memiliki fasilitas pengisian cepat BYD, sementara fasilitas pendukung seperti toko dan ruang tunggu tetap dipertahankan untuk pengguna kendaraan.

img_title As Roda Belakang Chery Omoda 5 Copot, Bos Besar Chery Sampai Minta Maaf

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa bisnis SPBU tidak lagi hanya bergantung pada penjualan bensin dan bahan bakar fosil. Ketika jumlah mobil listrik dan plug-in hybrid semakin bertambah, fasilitas yang sudah memiliki lokasi strategis dapat dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan pengisian baterai.

Teknologi pengisian BYD yang digunakan di lokasi tersebut memiliki kemampuan hingga 1.500 kW. Dengan teknologi tersebut, baterai kendaraan yang kompatibel diklaim dapat diisi dari 10 persen hingga 70 persen dalam waktu sekitar lima menit.

img_title Geely Tindak Lanjuti Keluhan EX2, Mobil Listrik yang Gak Bisa Ngecas

Waktu pengisian tersebut kemudian membuat konsep SPKLU semakin menyerupai SPBU konvensional. Pengemudi tidak perlu menunggu terlalu lama seperti pada fasilitas pengisian daya dengan kemampuan lebih rendah.

Desain fasilitasnya juga dibuat menyerupai area pengisian bahan bakar. Di lokasi tersebut terdapat enam unit pengisi daya berbentuk T, dengan masing-masing unit memiliki dua konektor.

Menariknya, fasilitas tersebut tetap mempertahankan fungsi pendukung yang selama ini umum ditemukan di SPBU. Pengguna dapat memanfaatkan toko kecil dan ruang tunggu selama kendaraan mengisi baterai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BYD dan Sinopec juga tidak berhenti pada satu lokasi. Sejumlah SPBU Sinopec lainnya direncanakan mendapatkan perlakuan serupa seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik dan plug-in hybrid di China.

Teknologi tersebut juga memiliki sistem cadangan untuk menghadapi gangguan pasokan listrik. Setiap unit Flash Charger dilengkapi empat baterai Blade cadangan dengan kapasitas 169 kWh atau 185 kWh yang dapat digunakan untuk mengisi kendaraan listrik dan plug-in hybrid yang kompatibel.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut