Mobil Ramah Lingkungan Buatan Dalam Negeri Mulai Unjuk Gigi di Pasar Global
- VIVA/Yunisa Herawati
Jakarta, VIVA – Perkembangan kendaraan ramah lingkungan buatan Indonesia kini tidak lagi hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, mobil hybrid dan kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) rakitan dalam negeri mulai mencatatkan peran yang semakin besar di pasar ekspor.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo yang dilihat VIVA Otomotif Kamis 20 Agustus 2026 menunjukkan, pengiriman kendaraan elektrifikasi dari Indonesia terus berkembang. Sejumlah model hybrid bahkan telah menemukan pasar di berbagai negara, terutama di kawasan Asia Tenggara.
Segmen Hybrid Electric Vehicle (HEV) menjadi salah satu penyumbang utama ekspor kendaraan elektrifikasi. Toyota Motor Manufacturing Indonesia atau TMMIN menjadi pemain terbesar melalui Kijang Innova Zenix HEV dan Toyota Yaris Cross HEV yang diproduksi di dalam negeri.
Kijang Innova Zenix HEV tercatat telah diekspor lebih dari 8.700 unit sepanjang tujuh bulan pertama 2026. Sementara itu, pengiriman Yaris Cross HEV mencapai 7.221 unit ke berbagai negara tujuan.
Filipina dan Vietnam menjadi beberapa pasar penting bagi kendaraan hybrid buatan Indonesia. Permintaan tersebut memperlihatkan bahwa teknologi hybrid mulai diterima lebih luas, termasuk di negara berkembang yang infrastruktur pengisian kendaraan listrik belum merata.
Peran Indonesia dalam ekspor kendaraan elektrifikasi juga mulai didukung oleh merek lain. Suzuki Indomobil Motor, misalnya, turut mengirim Suzuki Fronx Hybrid ke sejumlah negara di kawasan.
Varian Suzuki Fronx Hybrid SGX AT tercatat diekspor ke Thailand sebanyak 636 unit, kemudian Filipina 565 unit dan Vietnam 458 unit. Malaysia juga menjadi salah satu negara tujuan dengan total pengiriman mencapai 121 unit.
Data tersebut menunjukkan bahwa kendaraan hybrid buatan Indonesia mulai memiliki pasar lintas negara. Kehadiran teknologi ini juga menjadi pilihan di tengah peralihan industri otomotif menuju kendaraan dengan emisi yang lebih rendah.
Sementara dari segmen mobil listrik murni berbasis baterai, Hyundai Indonesia juga mulai mengirimkan lini Ioniq ke sejumlah negara di ASEAN. Ekspor tersebut menjadi bagian dari perkembangan produksi kendaraan listrik yang dilakukan di Indonesia.
Perbedaan teknologi antara hybrid dan BEV membuat keduanya memiliki kebutuhan pasar yang berbeda. Kendaraan hybrid tidak sepenuhnya bergantung pada fasilitas pengisian daya eksternal, sedangkan mobil listrik membutuhkan dukungan ekosistem pengisian yang semakin luas.