Hacker Mulai Incar Infotainment Mobil, Sistem Android Jadi Celahnya

Android Auto terbaru 2026
Sumber :
  • Google

Jakarta, VIVA – Sistem infotainment membuat mobil modern semakin mirip perangkat elektronik berjalan. Namun di balik kemudahan seperti navigasi, konektivitas internet, dan berbagai aplikasi, teknologi tersebut juga membuka potensi celah keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh peretas.

img_title Mobil Kotor Gara-gara Abu Vulkanik? Ini Urutan Cucinya

Perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan kasus malware yang menargetkan head unit atau sistem infotainment mobil berbasis Android. Temuan tersebut menjadi perhatian karena perangkat di dalam kendaraan kini semakin terhubung dengan internet dan berbagai layanan digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam laporan Kaspersky yang diliihat VIVA Otomotif Senin 31 Agustus 2026, serangan tersebut berkaitan dengan sistem infotainment yang menggunakan software dari perusahaan China, DoFun. Menurut Kaspersky, software DoFun digunakan pada lebih dari 30 juta kendaraan di seluruh dunia, meski belum diketahui berapa banyak perangkat yang benar-benar terdampak.

img_title Suzuki Baleno Facelift Dijual Rp100 Jutaan, Sudah Punya ADAS Level 2

Malware yang ditemukan Kaspersky dikenal sebagai PlayPraetor. Program jahat tersebut sebelumnya lebih dikenal karena menyerang perangkat Android, tetapi peneliti menemukan varian yang telah dimodifikasi untuk menargetkan head unit kendaraan.

Salah satu bagian penting dalam serangan tersebut adalah aplikasi TWCore. Aplikasi ini sebenarnya merupakan komponen resmi yang digunakan untuk memperbarui software pada head unit, tetapi mekanisme pembaruan tersebut diduga disalahgunakan untuk memasukkan kode berbahaya ke perangkat.

img_title Lamborghini Murcielago Jadi Mobil Drift Pertama di Indonesia, Nekat Banget

Setelah berhasil masuk, malware dapat melakukan sejumlah aktivitas pada sistem. Kaspersky menyebut PlayPraetor mampu mengumpulkan informasi perangkat, menjalankan perintah dari server pengendali, mengunduh kode tambahan, serta memanfaatkan head unit sebagai bagian dari jaringan proxy atau botnet.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa risiko keamanan mobil modern tidak hanya berkaitan dengan mesin atau sistem kelistrikan. Layar infotainment yang selama ini dianggap sebagai perangkat hiburan juga dapat menjadi salah satu titik yang perlu diperhatikan ketika kendaraan semakin terkoneksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, temuan ini bukan berarti seluruh mobil dengan sistem operasi Android otomatis rentan terhadap serangan yang sama. Kaspersky secara spesifik mengaitkan kasus tersebut dengan head unit yang menggunakan software DoFun, sehingga tidak tepat jika temuan ini digeneralisasi ke semua kendaraan berbasis Android.

Kaspersky juga menyebut pihak terkait telah menyediakan pembaruan untuk memperbaiki celah yang digunakan dalam serangan tersebut. Karena itu, pembaruan software pada head unit menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko keamanan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut