Belajar Infrastruktur Mobil Listrik dari Oslo

Ilustrasi mobil listrik
Sumber :
  • Paultan

Oslo, VIVA – Oslo, Norwegia, menjadi salah satu kota yang paling maju dalam penggunaan mobil listrik. Menariknya, keberhasilan tersebut tidak hanya dibangun dengan memperbanyak penjualan kendaraan listrik, tetapi juga melalui infrastruktur pengisian yang disesuaikan dengan kebutuhan warga.

img_title BYD Seal 07 Sudah Mejeng di Diler, Tenaganya 402 HP

Norwegia mencatat pangsa mobil listrik hampir 96 persen dari penjualan mobil baru sepanjang 2025. Di Oslo sendiri, sekitar 48 persen mobil penumpang yang beredar sudah menggunakan tenaga listrik, menunjukkan betapa cepatnya perubahan menuju kendaraan tanpa emisi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu hal yang menarik adalah pendekatan Oslo terhadap infrastruktur pengisian daya. Disadur VIVA Otomotif dari Insideev, Selasa 1 September 2026, kota tersebut tidak hanya mengejar pembangunan stasiun fast charging, tetapi juga menyediakan banyak titik pengisian normal yang memungkinkan mobil mengisi daya ketika sedang diparkir.

img_title Lepas Tak Mau Mobil Listriknya Cuma Terlihat Canggih

Pemerintah Kota Oslo menyebut titik pengisian publiknya sangat penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di apartemen atau tidak memiliki tempat parkir pribadi untuk memasang charger sendiri. Infrastruktur tersebut sudah dikembangkan sejak 2007 dan menjadi salah satu faktor yang membantu masyarakat beralih ke mobil listrik.

Pada 2025, Oslo memiliki sekitar 2.354 titik pengisian milik pemerintah kota. Untuk pembangunan baru, pemerintah kota memprioritaskan kawasan yang memiliki banyak apartemen dan bangunan tanpa fasilitas parkir pribadi, sehingga akses pengisian tidak hanya dinikmati pemilik rumah dengan garasi.

img_title Baterai untuk Mobil Listrik dan Pusat Data Bakal Diproduksi di Indonesia

Jenis pengisiannya juga menarik. Oslo secara khusus membangun charger normal dengan kapasitas sekitar 6,9 sampai 22 kW, sedangkan fasilitas pengisian cepat di lahan publik dikembangkan bersama operator swasta.

Artinya, tidak semua kebutuhan pengisian harus dilakukan dengan charger berdaya sangat besar. Mobil yang diparkir selama beberapa jam bisa memanfaatkan charger AC, sementara pengisian cepat lebih cocok untuk perjalanan jauh atau kondisi ketika pengguna membutuhkan tambahan daya dalam waktu singkat.

Pola tersebut cukup relevan untuk Indonesia yang sedang membangun ekosistem kendaraan listrik. Daripada hanya mengejar jumlah fast charging, penyediaan charger di apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan, area parkir, dan lingkungan permukiman juga penting agar pengguna bisa mengisi daya ketika kendaraan memang sedang tidak digunakan.

Oslo bahkan terus mengembangkan sistem pembayaran pengisian. Sejak 2026, pengguna charger milik pemerintah kota membayar berdasarkan listrik yang benar-benar dikonsumsi, bukan sekadar berdasarkan berapa lama kendaraan berada di tempat pengisian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain infrastruktur, kebijakan parkir juga ikut mendorong penggunaan mobil listrik. Di sejumlah zona Oslo, tarif parkir mobil listrik lebih rendah dibandingkan mobil bensin, diesel, dan hybrid, sehingga terdapat keuntungan tambahan bagi pengguna kendaraan listrik.

Perubahan tersebut turut membantu memperbaiki kualitas udara. Pemerintah Kota Oslo menyebut kendaraan merupakan sumber utama emisi gas rumah kaca di kota, sehingga peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan tanpa emisi menjadi bagian penting dari target Oslo untuk menjadi kota bebas emisi pada 2030.

Deretan Mobil Bekas di Showroom Jakarta Selatan

Terpopuler: SUV Bekas Rp100 Jutaan, TVS Ronin Agonda, dan Baterai Mobil Listrik Buatan RI

SUV bekas Rp100 jutaan, perbedaan TVS Ronin Agonda, dan rencana produksi baterai untuk mobil listrik serta pusat data menjadi artikel terpopuler di VIVA Otomotif.

img_title
VIVA.co.id
31 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut