Waspada Modus Penipuan Segitiga saat Beli Mobil Bekas
- Arianti Widya
Jakarta, VIVA – Mencari mobil bekas dengan harga miring memang bisa bikin calon pembeli tertarik. Tapi kalau harganya terlalu jauh di bawah pasaran, jangan buru-buru tergoda karena bisa saja ada modus penipuan di baliknya.
Salah satu yang perlu diwaspadai adalah penipuan segitiga. Modus ini melibatkan pemilik mobil, calon pembeli, dan penipu yang berada di tengah-tengah transaksi.
Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, mengatakan modus tersebut memanfaatkan celah dalam transaksi jual-beli mobil. “Modus pelaku penipuan segitiga memanfaatkan celah untuk mengelabui calon pembeli dan penjual,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Kamis 17 September 2026.
Cara kerjanya cukup sederhana. Penipu biasanya mengambil foto dan informasi mobil milik orang lain, lalu memasangnya kembali di platform jual-beli dengan harga yang dibuat lebih murah untuk menarik perhatian calon pembeli.
Setelah ada yang tertarik, penipu mulai memainkan perannya sebagai penjual. Calon pembeli bisa diminta segera membayar DP dengan alasan sudah ada orang lain yang juga mengincar mobil tersebut.
Di sisi lain, penipu juga menghubungi pemilik mobil yang sebenarnya. Ia bisa mengaku sebagai kerabat atau orang yang membantu menjual kendaraan, kemudian meminta pemilik mobil mengikuti arahan tertentu saat berkomunikasi dengan calon pembeli.
Di sinilah masalah biasanya terjadi. Calon pembeli merasa sudah bertransaksi dengan orang yang memasang iklan, padahal uang yang dikirim justru masuk ke rekening penipu, sementara mobil yang akan dibeli sebenarnya milik orang lain.
Kalau pembeli langsung membayar lunas tanpa mengecek kendaraan dan identitas penjual, kerugiannya tentu bisa jauh lebih besar. Karena itu, jangan hanya melihat kondisi mobil dan harga yang ditawarkan, tetapi pastikan juga siapa sebenarnya pihak yang menerima pembayaran.
Pengecekan kendaraan sebelum transaksi juga tidak kalah penting. Untuk mobil Toyota, misalnya, Auto2000 memiliki layanan THS Inspector yang melibatkan teknisi untuk memeriksa kondisi kendaraan sekaligus sejumlah dokumen penting.
Pemeriksaan tersebut mencakup sekitar 177 item, mulai dari eksterior, interior, mesin dan transmisi hingga dokumen kendaraan. Layanan ini diklaim dapat menyelesaikan pemeriksaan sekitar 90 menit sejak mobil ditangani teknisi.