Kendaraan Listrik Jadi Target Pasar Baru SKF

President Director SKF Automotive Indonesia, Vincentius Rajagukguk
Sumber :
  • VIVA/Krisna Wicaksono

Tangerang, VIVA – Peralihan menuju kendaraan listrik mulai membuka ruang baru bagi industri komponen otomotif. Perubahan teknologi kendaraan membuat pemasok komponen perlu menyesuaikan produk dan keahliannya agar dapat mengikuti kebutuhan mobil generasi baru.

img_title Moncer, Penjualan BYD Group di Indonesia Sampai September Capai 46.700 unit

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian SKF Indonesia yang mulai memperluas cakupan bisnisnya ke kendaraan roda empat dan kendaraan listrik. Perusahaan yang selama ini memiliki posisi kuat di pasar bearing roda dua tersebut melihat peluang dari perubahan teknologi kendaraan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Director of Vehicle Aftermarket Sales Asia Pacific SKF, Ken Miao, mengatakan SKF telah memiliki pengalaman menyediakan solusi untuk kendaraan listrik dan bekerja sama dengan sejumlah produsen kendaraan listrik di pasar global. Pengalaman tersebut kemudian akan menjadi bagian dari pengembangan bisnis SKF di Indonesia.

img_title Pertumbuhan Kendaraan Listrik RI Bisa Terganggu Gara-gara Ini

“Berdasarkan kerja sama yang kuat di sisi kendaraan listrik, kami juga akan membawa solusi kendaraan listrik tersebut ke Indonesia,” kata Ken di ajang Automechanika Jakarta 2026.

Masuknya kendaraan listrik membuat kebutuhan komponen ikut berkembang. Perubahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan sistem penggerak, tetapi juga membuka kebutuhan terhadap berbagai komponen pendukung yang harus disesuaikan dengan karakter kendaraan listrik.

img_title Bertemu 'Father of Asian EV', Wapres Gibran Bicara Kendaraan Listrik Karya Anak Bangsa

SKF melihat peluang tersebut dengan memperluas portofolionya di luar bearing. Untuk kendaraan roda empat, perusahaan menyiapkan produk seperti wheel bearing generasi ketiga, strut bearing, water pump, driveshaft, seal hingga komponen lainnya.

President Director SKF Automotive Indonesia, Vincentius Rajagukguk, mengatakan pengembangan produk menjadi bagian dari upaya perusahaan membaca perubahan kebutuhan pasar. Menurutnya, SKF tidak lagi hanya mengandalkan produk bearing sebagai portofolio utama.

“SKF saat ini tidak hanya bicara bearing, tapi SKF sekarang juga sudah masuk kepada produk-produk non-bearing,” ujarnya di ajang Automechanika Jakarta, dikutip VIVA Otomotif Jumat 25 September 2026.

Pengembangan tersebut menunjukkan bahwa perubahan teknologi kendaraan dapat menciptakan peluang baru bagi pemasok komponen. Produk yang sebelumnya banyak digunakan pada kendaraan bermesin konvensional dapat berkembang, sementara kebutuhan baru untuk kendaraan listrik mulai menjadi bagian dari pasar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

SKF juga berencana memperkuat infrastruktur pendukung di Indonesia. Investasi pada gudang, distribusi dan pelatihan produk disiapkan untuk meningkatkan ketersediaan komponen sekaligus memperkuat pemahaman mitra dan pelanggan.

Langkah tersebut dilakukan ketika bisnis otomotif SKF secara global juga memasuki fase transformasi. SKF tengah memisahkan bisnis otomotif dan industri menjadi dua perusahaan independen, dengan tujuan memberikan fokus yang lebih spesifik bagi masing-masing bisnis.

Bus Listrik

Pendapatan VKTR Tumbuh 49 Persen pada 9M26, Kontribusi Kendaraan Listrik Terus Meningkat

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk ("VKTR"), emiten pionir kendaraan listrik komersial di Indonesia, membukukan pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang 9 bulan pertama 2026

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut