5 Motor dengan Jok Terendah di Indonesia
- VIVA/Krisna Wicaksono
Jakarta, VIVA – Tinggi jok menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih sepeda motor, terutama bagi pengendara yang tidak terlalu tinggi. Jok yang rendah membuat posisi kaki lebih mudah menapak saat motor berhenti maupun ketika melakukan manuver di kecepatan rendah.
Di pasar Indonesia, sejumlah motor memiliki tinggi tempat duduk di bawah 750 mm. Beberapa di antaranya merupakan skutik yang memang dirancang untuk penggunaan perkotaan dengan posisi berkendara yang mudah dijangkau.
Dari penelusuran VIVA Otomotif Rabu 30 September 2026, Honda BeAT menjadi salah satu motor dengan jok paling rendah. Skutik tersebut memiliki tinggi tempat duduk 740 mm, sehingga posisi kaki relatif mudah menapak ketika berhenti.
Angka yang sama juga dimiliki Suzuki NEX II, yakni 740 mm. Skutik berkapasitas 113 cc tersebut memiliki dimensi kompak sehingga cukup mudah dikendalikan untuk aktivitas sehari-hari.
Berikutnya ada Honda Scoopy dengan tinggi tempat duduk 744 mm. Meski hanya terpaut beberapa milimeter dari BeAT dan NEX II, perbedaan tersebut tetap membuatnya berada dalam kelompok motor dengan jok rendah di pasar Indonesia.
Yamaha juga memiliki model dengan posisi duduk yang relatif rendah melalui Fazzio. Skutik bergaya klasik tersebut memiliki tinggi tempat duduk 750 mm, dengan desain jok yang dibuat untuk menunjang posisi berkendara yang santai.
Tinggi jok yang sama juga ditemukan pada Yamaha Gear Ultima, yakni 750 mm. Motor ini memiliki desain yang lebih berorientasi pada penggunaan sehari-hari dengan ruang dan fitur yang mendukung kebutuhan pengendara di perkotaan.
Tinggi jok bukan satu-satunya faktor yang menentukan apakah seorang pengendara bisa menapak dengan nyaman. Lebar jok, bentuk bagian depan jok, posisi setang, serta postur dan panjang kaki pengendara juga ikut menentukan posisi tubuh ketika motor berhenti.
Karena itu, angka tinggi jok dapat menjadi gambaran awal saat memilih motor, tetapi rasa nyaman tetap bergantung pada ergonomi keseluruhan. Dua motor dengan tinggi jok yang sama pun bisa terasa berbeda ketika digunakan oleh pengendara dengan postur yang berbeda.