BYD Ekspansi ke Banyak Daerah
- VIVA/BYD
Jakarta, VIVA - Persaingan mobil listrik di Indonesia tidak cuma soal harga, jarak tempuh, atau siapa yang paling cepat mengisi baterai. Urusan bengkel juga ikut menentukan. Sebab, setelah mobil dibawa pulang, konsumen tetap membutuhkan tempat servis dan teknisi yang memahami kendaraan listrik.
Di tengah persaingan tersebut, Arista Group meresmikan 20 diler BYD dan Danza sekaligus di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan baru ini tersebar di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatra, Kepulauan Riau, hingga Kalimantan.
Dengan penambahan tersebut, Arista menyebut jaringan diler BYD dan Danza yang dikelolanya kini mencapai lebih dari 45 lokasi.
Ekspansi ini memperlihatkan bahwa persaingan merek mobil listrik tidak cukup berhenti di ruang pamer. Ketersediaan layanan purnajual juga menjadi pertimbangan konsumen, terutama bagi mereka yang baru pertama kali beralih dari mobil bermesin bensin ke kendaraan listrik.
Berbeda dari mobil konvensional, kendaraan listrik menggunakan sistem penggerak dan baterai yang memerlukan penanganan sesuai standar teknis. Karena itu, konsumen juga perlu mempertimbangkan akses ke bengkel, kemampuan teknisi, serta ketersediaan suku cadang sebelum memutuskan membeli.
Chairman Arista Group, Hartono Sohor, mengatakan pembukaan jaringan baru tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan energi baru.
"Kehadiran diler Arista BYD & DANZA di PIK 2 bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan wujud nyata konsistensi Arista Group dalam memimpin transisi energi hijau di Indonesia," kata Hartono dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).
Salah satu diler yang diresmikan berada di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), Tangerang, Banten. Fasilitas tersebut menyediakan layanan penjualan, servis, dan suku cadang atau 3S.
Lokasi ini juga dilengkapi fasilitas pengisian daya kendaraan listrik, termasuk teknologi Flash Charging.
Teknologi tersebut memiliki daya hingga 1.500 kW. BYD mengklaim pengisian baterai dapat mencapai kondisi penuh dalam sembilan menit pada kondisi yang sesuai. Namun, angka itu tidak bisa langsung dianggap berlaku untuk semua mobil listrik karena kecepatan pengisian bergantung pada kemampuan kendaraan, kapasitas baterai, dan kondisi operasional.
Vice President BYD Co. Ltd. sekaligus General Manager BYD Asia-Pacific Automotive Sales Business Department, Liu Xueliang, menyebut Indonesia sebagai salah satu pasar strategis bagi perusahaan.