BYD Ekspansi ke Banyak Daerah

Manager of BYD Asia Pacific Auto Sales Business Department, Liu Xueliang
Sumber :
  • VIVA/BYD

Jakarta, VIVA - Persaingan mobil listrik di Indonesia tidak cuma soal harga, jarak tempuh, atau siapa yang paling cepat mengisi baterai. Urusan bengkel juga ikut menentukan. Sebab, setelah mobil dibawa pulang, konsumen tetap membutuhkan tempat servis dan teknisi yang memahami kendaraan listrik.

img_title Pengisian Mobil Listrik 5 Menit, Seberapa Siap Infrastruktur Indonesia?

Di tengah persaingan tersebut, Arista Group meresmikan 20 diler BYD dan Danza sekaligus di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan baru ini tersebar di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatra, Kepulauan Riau, hingga Kalimantan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan penambahan tersebut, Arista menyebut jaringan diler BYD dan Danza yang dikelolanya kini mencapai lebih dari 45 lokasi.

img_title Bukan Mobil Mewah, tapi Kursinya Sudah Bisa Diatur Elektrik

Ekspansi ini memperlihatkan bahwa persaingan merek mobil listrik tidak cukup berhenti di ruang pamer. Ketersediaan layanan purnajual juga menjadi pertimbangan konsumen, terutama bagi mereka yang baru pertama kali beralih dari mobil bermesin bensin ke kendaraan listrik.

Berbeda dari mobil konvensional, kendaraan listrik menggunakan sistem penggerak dan baterai yang memerlukan penanganan sesuai standar teknis. Karena itu, konsumen juga perlu mempertimbangkan akses ke bengkel, kemampuan teknisi, serta ketersediaan suku cadang sebelum memutuskan membeli.

img_title Mobil Listrik dan Hybrid China Kena Aturan Baru, Berlaku April 2027

Chairman Arista Group, Hartono Sohor, mengatakan pembukaan jaringan baru tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan energi baru.

"Kehadiran diler Arista BYD & DANZA di PIK 2 bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan wujud nyata konsistensi Arista Group dalam memimpin transisi energi hijau di Indonesia," kata Hartono dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).

Salah satu diler yang diresmikan berada di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), Tangerang, Banten. Fasilitas tersebut menyediakan layanan penjualan, servis, dan suku cadang atau 3S.

Lokasi ini juga dilengkapi fasilitas pengisian daya kendaraan listrik, termasuk teknologi Flash Charging.

Teknologi tersebut memiliki daya hingga 1.500 kW. BYD mengklaim pengisian baterai dapat mencapai kondisi penuh dalam sembilan menit pada kondisi yang sesuai. Namun, angka itu tidak bisa langsung dianggap berlaku untuk semua mobil listrik karena kecepatan pengisian bergantung pada kemampuan kendaraan, kapasitas baterai, dan kondisi operasional.

Vice President BYD Co. Ltd. sekaligus General Manager BYD Asia-Pacific Automotive Sales Business Department, Liu Xueliang, menyebut Indonesia sebagai salah satu pasar strategis bagi perusahaan.

"Indonesia merupakan salah satu pasar paling dinamis dan strategis bagi BYD di kawasan Asia-Pasifik, di mana kepercayaan lebih dari 110.000 keluarga Indonesia menjadi motivasi terbesar kami untuk terus menghadirkan inovasi terbaik," ujar Liu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BYD Group menyatakan telah mendapatkan kepercayaan lebih dari 110.000 keluarga di Indonesia melalui kendaraan listrik murni maupun teknologi Dual Mode, yang menggabungkan tenaga listrik dengan mesin pembakaran.

Perusahaan menyebut pangsa pasar kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) di Indonesia mencapai sekitar 26 persen hingga September 2026. Angka tersebut meningkat dari sekitar 2 persen pada 2023.

Mobil listrik tabrak sejumlah sepeda motor yang sedang mengantre bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Bali

Detik-Detik Mobil Listrik Seruduk Motor yang Antre BBM di Jembrana Bali, Ternyata Ini Penyebabnya

Kecelakaan yang melibatkan mobil listrik dan sejumlah sepeda motor yang sedang mengantre BBM di dekat SPBU Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali.

img_title
VIVA.co.id
17 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut