Hampir Semua Warga Kampung Ini Punya Yamaha F1ZR
- Tangkapan Layar Youtube/@primadonakurniawan
Magetan, VIVA - Yamaha F1ZR menjadi salah satu motor bebek dua tak yang namanya masih populer di kalangan pencinta otomotif. Meski sudah lama berhenti diproduksi, motor legendaris ini tetap memiliki penggemar. Bahkan, di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ada sebuah kampung yang hampir seluruh warganya memiliki motor tersebut.
Kampung itu dikenal dengan nama Kampoenk Fiz R, berlokasi di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Seperti dikutip VIVA, Senin (3/11/2026), keunikan tersebut dibagikan melalui akun Facebook Humas Polres Magetan
Dalam unggahan tersebut disebutkan, Yamaha F1ZR bukan sekadar kendaraan bagi masyarakat setempat. Motor ini menjadi bagian dari kehidupan warga, mulai dari hobi, koleksi, hingga digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Keberadaan Kampoenk Fiz R juga terlihat dari papan identitas bertuliskan Kampoenk FIZ R. Sebuah motor Yamaha F1ZR berkelir merah dan hitam turut terlihat dipajang di kawasan tersebut.
Lantas, mengapa Yamaha F1ZR masih begitu diminati?
Motor ini memiliki sejarah panjang di Indonesia. Perjalanannya dimulai pada 1992 melalui Yamaha Force1 yang diperkenalkan sebagai penerus Yamaha Alfa. Motor tersebut memiliki desain lebih ramping dan aerodinamis dibandingkan pendahulunya.
Pada 1995, Yamaha menghadirkan F1Z dengan sejumlah pembaruan, salah satunya penggunaan rem cakram depan. Kemudian pada 1997, lahirlah Yamaha F1ZR dengan desain lebih sporty dan bodi meruncing. Model ini juga mengadopsi sistem kopling manual semiotomatis.
Perubahan kembali dilakukan sekitar 2000 melalui penggunaan pelek palang berbahan alloy. Tampilan tersebut membuat F1ZR semakin berbeda dibandingkan generasi awal Force1.
Dari sisi dapur pacu, Yamaha F1ZR mengandalkan mesin satu silinder dua tak berkapasitas 110,4 cc. Mesin dengan diameter dan langkah piston 52 x 52 mm tersebut memiliki rasio kompresi 7,1:1 dan menggunakan karburator Mikuni VM20.
Tenaganya diklaim mencapai 11,8 hp pada 7.500 rpm, dengan torsi maksimum 10,7 Nm pada 6.500 rpm. Seluruh tenaga disalurkan melalui transmisi empat percepatan. Bobotnya juga tergolong ringan, yakni sekitar 95 kilogram.
Popularitas F1ZR tidak hanya datang dari kalangan pengguna harian. Motor ini juga memiliki sejarah di dunia balap nasional. Sejumlah pembalap seperti Ahmad Jayadi, Hendriansyah, dan Harlan Fadillah pernah menjadikan F1ZR sebagai tunggangan di ajang road race.