Alasan Kemenhub Terapkan Aturan Tak Populis

Tanda Larangan Sepeda Motor Melintas di Jalan Protokol di jam-jam tertentu. Mahkamah Agung akhirnya mencabut pembatasan itu.
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

VIVA.co.id – Semakin banyaknya masyarakat yang memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil, membuat beberapa ruas jalan menjadi lebih padat dari sebelumnya.

img_title 48 Bandara Terdampak Kabut Asap Karhutla, 2.458 Penerbangan Terganggu hingga Oktober 2026

Lalu bagaimana cara mengatasi kemacetan akibat bertambahnya volume kendaraan pribadi?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menanggapi hal tersebut, Kasubdit Angkutan Orang Direktorat Angkutan dan Multimedia Kementerian Perhubungan Ahmad Yani mengakui, ada beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan. Salah satunya manajemen rekayasa lalu lintas.

img_title Sempat Loyo, Permintaan Sepeda Motor Cetak Rekor Baru

"Bisa dengan manajemen rekayasa lalu lintas. Contohnya motor dilarang lewat di Jalan MH Thamrin atau Jalan Merdeka Selatan, dan saat ini sudah berjalan. Artinya, memang tidak terlalu rumit. Memang enggak populis, karena membatasi, dan banyak yang enggak berani melakukan itu," katanya di Jakarta Selatan.

Ahmad juga menegaskan, pengurangan populasi dan pembatasan pemasaran kendaraan pribadi tidak mungkin dilakukan. Sehingga, perlu adanya kajian lainnya untuk mengatasi itu.

img_title Deretan Motor Edisi MotoGP yang Pernah Beredar di Indonesia

"Kalau dikurangi produksinya, enggak mungkin. Apa mau dilarang pemasarannya? Enggak mungkin juga. Jadi, yang paling mungkin adalah melakukan itu," ujar Ahmad.

Deretan Motor TVS di IMOS 2025

Penjualan Motor Tembus 5 Juta Unit, Akankah 2026 Jadi Tahun Kebangkitan Pasar Roda Dua?

Penjualan motor Indonesia mencapai 5,16 juta unit hingga September 2026. AISI optimistis pasar roda dua tumbuh dan menargetkan penjualan 6,7 juta unit tahun ini.

img_title
VIVA.co.id
31 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut