3 Klaim Asuransi Mobil yang Aneh tapi Nyata

Ilustrasi kecelakaan mobil
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Salah satu cara agar pemilik mobil baru tidak perlu mengeluarkan uang banyak saat mengalami kecelakaan, adalah dengan ikut asuransi. Cukup membayar premi yang biasanya sudah termasuk dalam cicilan, maka kerusakan bisa ditanggung penyedia layanan.

img_title IFG Life dan Mandiri Inhealth Bayar Klaim Rp10,7 Triliun Sepanjang 2025

Dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini, cara mengklaim kerusakan juga sudah sangat mudah. Konsumen bisa melakukannya melalui aplikasi yang tersedia di smartphone.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bicara soal klaim asuransi, Branch Manager Medan Asuransi Astra, Muliawansyah mengatakan ada beberapa klaim aneh yang pernah diterima perusahaannya. Klaim tersebut masuk dalam daftar prematur, yakni di luar dari kebiasaan para pemegang polis asuransi pada umumnya.

img_title Waspada! Polisi Gelar Razia di Jadetabek Jelang Ramadan, Ini 9 Pelanggaran yang Disasar

“Klaim prematur yang paling sering itu hilang. Biasanya, yang paling banyak kehilangan ban serep. Misalnya, ban serep hilang, malah kemudian empat bannya hilang. Aneh kan,” ujarnya di Medan, Sumatera Utara, Senin 19 Agustus 2019.

Baca juga: Lebih Untung Beli Jet Tempur F16 Ketimbang Mobil Ini

img_title MSIG Life Laporkan Pembayaran Klaim Asuransi Kesehatan dan Meninggal Dunia Capai Rp801 Miliar

Klaim lain yang juga menurutnya tidak biasa, adalah tabrakan. Meski hal itu umum terjadi, namun petugas yang melakukan penyelidikan harus jeli memeriksa kronologi.

“Ada juga yang klaim tabrakan, tapi yang nabrak mobil temannya. Di sini, banyak yang cari-cari kesempatan, jadi pura-pura tabrakan,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ulah konsumen asuransi lainnya yang juga tidak kalah unik, adalah memaksa kendaraan terus berjalan usai mengalami kecelakaan. Bisa dibayangkan, berapa banyak komponen yang rusak akibat dari ulah tersebut.

“Kemarin ada kasus lagi, mobil kena tabrak. Sudah tahu oli menetes, tapi masih dipakai jalan, tidak langsung melaporkan. Kami punya derek, bisa kami derek. Tapi, malah berlama lama, karena mau diklaim juga,” ungkapnya.

Ilustrasi naik motor pakai celana jeans

Penguatan Teknologi Keselamatan Jalan Jadi Investasi Cegah Korban Jiwa dan Kerugian Ekonomi

Kajian ITB menyebut teknologi pengereman pada sepeda motor bisa berpotensi mencegah hingga 111.163 kematian dan memberi manfaat ekonomi lima kali biaya.

img_title
VIVA.co.id
5 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut