Mobil Perang Pindad Boleh Dibeli Masyarakat Umum, Ada Tapinya

Kendaraan taktis Maung buatan PT Pindad (Persero)
Sumber :
  • Twitter @prabowo

VIVA – Industri manufaktur otomotif nasional bukan hanya bisa menghasilkan produk mobil angkutan penumpang dan barang, tetapi juga kendaraan taktis. Ini sudah dibuktikan oleh PT Pindad (Persero), dengan produk bernama Maung.

img_title Harganya Rp22 Juta, Becak Listrik Ini Bisa Jalan Sejauh 25 Kilometer

Direktur Utama Pindad (Persero) Abraham Mose mengatakan, Maung merupakan kendaraan taktis (rantis) yang dikembangkan sejak 2019. Sejumlah teknologi yang disematkan, telah disesuaikan dan diadopsi dari kendaraan Insfanteri TNI Angkatan Darat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Beberapa kali uji coba dengan berbagai mesin, akhirnya kami pakai diesel 2.400cc,” ujarnya seperti dikutip dari 100KPJ, Senin 13 Juli 2020.

img_title Dari Pabrik Chip hingga Pusat Data AI, Inilah Medan Pertempuran Baru yang Jarang Terlihat oleh Publik

Mesin diesel yang menjadi jantung penggerak Maung, kata dia, dipadukan dengan sistem penggerak empat roda yang memungkinkan kendaraan tersebut melaju di berbagai medan jalan. Untuk sektor kaki-kaki, mengandalkan MacPerson independen dengan torsion axle.

Baca juga: Pria Ini Pilih Mencuri Kunci Dibandingkan Mobilnya, Buat Apa?

img_title Mengenal Ghost Shark, Persenjataan Baru Bawah Air Australia

“Kendaan ini diesel four wheel, indenpend depan. Kecepatan di tol 120 kilometer per jam yang aman, tapi bisa sampai 140 km per jam,” tuturnya.

Guna mendukung operasionalnya, kapasitas tangki bahan bakar Maung dirancang untuk menampung 80 liter BBM diesel. Fungsinya sebagai kendaraan perang, didukung dengan senjata yang menganut sistem bongkar pasang yang ringkas, dan mudah.

“Sudah dilengkapi senjata caliber 762, senapan serbu SS 2, towing 4 winch. Lengkap dengan jiriken (cadangan) BBM 20 liter. Lampu blackout, GPS sistem,” sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maung buatan Pindad, kata dia, bisa dibeli masyarakat umum, dengan catatan tidak dilengkapi senjata dan tersedia dalam beberapa pilihan varian. Meski dibanderol tidak murah, ternyata sudah banyak konsumen yang menyatakan minatnya untuk memelihara 'Harimau' lokal tersebut.

“Sudah banyak yang menyatakan minat. Tapi tidak lengkapi senjata, kami ada 4 varian, salah satunya double cabin untuk logistic Rp600 juta, varian Rp800 juta, ada mendekati Rp900 juta sampai Rp1,1 miliar super lengkap,” katanya.

JK menyampaikan kuliah umum bertajuk

Bicara di Harvard, JK Ingatkan soal Perang Dunia hingga Korupsi yang Menekan Ekonomi Indonesia: Uang Saja Tidak Cukup!

Di Harvard, JK menegaskan dinamika geopolitik tidak hanya menentukan arah hubungan antarnegara, tetapi juga memengaruhi stabilitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut