Nyicil Kendaraan Saat Pandemi, Karyawan Lebih Untung dari Wiraswasta

Ilustrasi pembelian mobil
Ilustrasi pembelian mobil
Sumber :
  • TAM

VIVA – Bagi masyarakat Indonesia, mobil bukan hanya sebatas alat transportasi untuk mencapai lokasi tujuan tertentu. Kini, ada juga yang memakainya sebagai alat mata pencaharian, atau bahkan menjadi barang untuk menunjukan gengsi di lingkungan sosial.

Banderol mobil yang mencapai puluhan juta sampai miliaran rupiah, bisa diakali dengan cara pembayaran mencicil saat membelinya. Dengan sistem kredit tersebut, pembeli hanya perlu menyiapkan uang muka yang ditentukan, lalu sisa harganya dibayarkan setiap bulan dalam kurun waktu tertentu.

Sayangnya, akses masyarakat untuk memiliki mobil dengan cara mengangsur tidak semudah saat kondisi normal. Ya, pandemi COVID-19 membuat perusahaan pembiayaan memperketat pemberian kredit, salah satunya dengan menaikan uang muka (down payment) mencapai 40 persen.

Presiden Direktur Mandiri Utama Finance, Stanley Setia Atmadja mengatakan, seiring dengan pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia sejak bulan Maret 2020, dan berdampak ke hampir seluruh sektor ekonomi dan industri, maka pihaknya melakukan penyesuaian terhadap kebijakan untuk pembiayaan yang dilakukan.

Baca juga: Pria Ini Lempar Ular Kobra ke Kantor SPBU, Ternyata Ini Alasannya

"Penyesuaian kebijakan tersebut dilakukan dengan melihat beberapa segi atas pembiayaan yang diberikan, seperti besar Down Payment (DP), dan juga segmen konsumen yang diberikan pembiayaan itu sendiri," ujarnya kepada VIVA Otomotif, Jumat 17 Juli 2020.

Kini, penyesuaian DP untuk pembelian kendaraan bermotor secara kredit memang sudah tidak seketat di awal pandemi COVID-19. Meski demikian, kata Stanley, ada perbedaan penetapan uang muka berdasarkan latar belakang profesi pemohon kredit.