Mobil Listrik Dipakai ke Luar Kota, Bisa Ngecas di Rest Area?

Ilustrasi pengecasan mobil listrik Hyundai Ioniq
Ilustrasi pengecasan mobil listrik Hyundai Ioniq
Sumber :
  • Viva.co.id/ Pius Mali

VIVA – Mobil listrik bakal menjadi tren baru bagi masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan menengah ke atas. Ada empat merek yang menjajakan jenis kendaraan ini, yakni Tesla, BMW, Hyundai, serta yang paling baru adalah Lexus.

Kendaraan listrik tak lagi memakai mesin bakar konvensional, dan hanya mengandalkan motor listrik sebagai jantung penggeraknya. Sumber tenaga utama yang dipakai untuk mengoperasikan mobil ini, berasal dari baterai berukuran besar.

Seperti peralatan elektronik lainnya, baterai yang dipakai pada mobil-mobil tersebut, memiliki keterbatasan ketika memasok energi listrik. Jika sudah berkurang, maka pengguna harus melakukan isi ulang daya agar kendaraan bisa kembali melaju hingga ke lokasi tujuan.

Kemampuan baterai tentu berpengaruh dengan jarak tempuh pada mobil listrik tersebut. Hal ini, tentu saja membuat pengguna kendaraan ramah lingkungan tersebut, harus berpikir ulang ketika memakainya untuk perjalanan jarak jauh.

Apalagi di ruas tol jarak jauh seperti jalan tol Cipali, belum tersedia SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di rest area yang ada. Pemakai mobil listrik, hanya bisa memanfaatkan colokan atau steker yang tersedia di area luar, dalam kondisi darurat.

Photo :
  • viva.co.id/ Pius Mali

"Kami memang memiliki colokan listrik di area luar, tapi memang bukan peruntukannya untuk kendaraan listrik. Dalam kondisi darurat, ini bisa saja dimanfaatkan dengan berkordinasi terlebih dahulu," ujar Justinus Wisnu Dewanto, Consession Monitoring, Compliance & EHS Astra Tol Cipali, belum lama ini.