Tujuan Indonesia Bikin Mobil Listrik Bukan Cuma Kurangi Emisi

Proses perakitan mobil listrik Wuling Air ev di Indonesia.
Proses perakitan mobil listrik Wuling Air ev di Indonesia.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Otomotif – Tahun ini sudah ada beberapa pameran otomotif yang digelar di Indonesia, dan rata-rata tema yang diusung adalah mengenai elektrifikasi kendaraan.

Hal itu juga tampak di acara Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2022, di mana beberapa pabrikan otomotif memajang serta memasarkan mobil listrik andalan mereka.

Dari berbagai model yang dihadirkan, ada dua yang sudah diproduksi secara lokal yakni Wuling Air ev dan Hyundai Ioniq 5. Dengan sistem penggerak listrik murni, kedua mobil tersebut sama sekali tidak menghasilkan polusi.

Dirjen Industri Logam, Metal, Alat Transportasi dan Elektronik Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier mengatakan bahwa tujuan pemerintah mempercepat pengembangan elektrifikasi kendaraan berbasis baterai bukan semata demi mengurangi polusi.

Acara seminar di GIIAS 2022

Acara seminar di GIIAS 2022

Photo :
  • Dok: Seven Event

Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan industri otomotif terbesar kedua di Asia Tenggara untuk kendaraan jenis internal combustion engine atau ICE, memiliki potensi besar menjadi pemain dunia untuk kendaraan listrik.

“Negara lain yang punya komitmen besar dalam hal elektrifikasi, sudah mencanangkan bahwa 2035 adalah batas dari kendaraan ICE beredar di negara mereka. Kalau kita tidak pandai melihat potensi ini, maka akan tertinggal dalam industri otomotif,” ujarnya saat menghadiri seminar di GIIAS 2022, dikutip Senin 15 Agustus 2022.

Sementara itu, dosen fakultas Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung, Agus Purwadi yang menjadi salah satu pembicara pada seminar menuturkan bahwa kesiapan ekosistem menjadi kunci bagaimana elektrifikasi otomotif di Indonesia lebih mudah diterima.

“Industri yang paling cepat menangkap dan beradaptasi dengan perubahan, adalah industri otomotif. Kalau bisa dibilang, industrinya punya inisiatif tersendiri agar adaptasi ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan itu lebih cepat,” tuturnya.