Mobil Baru Harus Punya Detektor Alkohol di Negara Ini

Kecelakaan akibat pengendara mobil BMW mabuk
Sumber :
  • Istimewa/Andrew Tito

VIVA Otomotif – Pengemudi mobil yang dalam pengaruh alkohol dapat menimbulkan  kecelakaan, hal tersebut membuat di Amerika Serikat diusulkan ada alat deteksi alhokol untuk mobil baru.

Mobil SUV Chery Paling Mewah Siap Masuk Indonesia Bulan Depan

Hal tersebut digaungkan oleh Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Amerika Serikat, yang memberikan masukan agar mobil keluaran baru dilengkapi sistem deteksi alkohol sebagai standar.

Apalagi diperkirakan  11.654 kematian yang terjadi disebabkan karena kecelakaan akibat pengaruh alkohol, pada tahun 2020. Pada tahun yang sama, ada 11.258 kematian dalam kecelakaan di mana pengemudi berkendara dalam kecepatan tinggi.

Bulan Depan Mobil Baru Honda yang Hadir di RI Akan Jadi Sorotan Asia

Bahkan menurut agen federal, kecelakaan yang terjadi pada 2021 disebabkan pengemudi yang berada dalam pengaruh alkohol. Hingga jatuh korban jiwa sembilan orang, termasuk tujuh anak-anak.

Mobil sedan yang dikendarai dengan mabuk tabrak dua mobil

Photo :
  • VIVA.co.id/Vicky Fajri
GIIAS 2024 Menjadi Saksi Hadirnya 40 Kendaraan Baru dan 6 Merek China

"Teknologi bisa mencegah kecelakaan yang memilukan ini. Sama seperti teknologi mampu mencegah puluhan ribu kematian akibat gangguan mengemudi dan kecelakaan terkait kecepatan yang kami lihat di Amerika Serikat setiap tahun," bilang Jennifer Homendy, Ketua NTSB dikutip dari Carscoops, Minggu 2 Oktober 2022.

Lebih lanjut Homendy berpendapat sistem deteksi gangguan alkohol perlu diterapkan mulai sekarang. Sehingga NTSB bisa membuat beberapa rekomendasi diambil dari dampak kecelakaan yang telah terjadi.

Selain itu, Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) juga diminta untuk mendorong sistem deteksi gangguan alkohol terintegrasi kendaraan pasif, sistem pemantauan pengemudi atau kombinasi keduanya yang dapat mencegah atau membatasi operasi kendaraan jika diketahui mengemudi dalam pengaruh alkohol.

"Sistem ini perlu untuk mengidentifikasi apakah pengemudi dalam pengaruh alkohol, mencegah atau membatasi pengoperasian kendaraan bermotor jika diketahui melakukan pelanggaran," pungkas Jennifer Homendy.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya