50 Persen Penjualan Mobil Baru akan Didominasi Kendaraan Listrik

Mobil listrik Nissan
Mobil listrik Nissan
Sumber :

VIVA Otomotif – Saat ini perkembangan kendaraan listrik terus didorong oleh sejumlah negara dan produsen untuk mengurangi gas emisi buang yang dihasilkan oleh mesin konvensional. Adanya perubahan tersebut, membuat sejumlah perusahaan otomotif melakukan transisi terhadap produksinya.

Sudah banyak produsen mobil mulai mengembangkan dan menjual beragam model kendaraan ramah lingkungan di pasar otomotif global. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumennya dan mempercepat permintaan kendaraan listrik di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dikutip VIVA dari Gmauthority, Rabu 5 Oktober 2022, ada sebuah laporan baru dari Bloomberg yang menunjukkan bahwa kendaraan berbasis EV (Electric Vehicle) dapat mencapai lebih dari 50 persen penjualan mobil baru pada tahun 2030 mendatang. Laporan ini diklaim bahwa kendaraan ramah lingkungan bisa tumbuh lebih cepat .

Mobil listrik Wuling Air ev.

Mobil listrik Wuling Air ev.

Photo :
  • VIVA/Yunisa Herawati

Menurut laporannya, mereka memberitahu bahwa penjualan kendaraan listrik diperkirakan mencapai 43 persen dari penjualan mobil baru di berbagai negara, terutama di Amerika Serikat. Hal itu didukung berkat ketersediaan pilihan yang lebih beragam di pasar kendaraan listrik baru, dan meningkatnya penerimaan konsumen.

Apalagi negara yang kerap disebut Paman Sam ini tengah menekan penjualan kendaraan ramah lingkungan dengan melakukan kredit pajak baru untuk pembeli unit. Adanya insentif ini membuat negara tersebut mengalami peningkatan penjualan berbagai jenis kendaraan, khususnya listrik.

Selain itu, laporan tersebut mencatat bahwa laju adopsi kendaraan listrik akan membutuhkan waktu untuk meningkat, lantaran bantuan tersebut hanya US$7.500 atau sekitar Rp113 juta yang terbuka untuk kendaraan yang dibangun di Amerika.