Gak Tau Etika Toyota Avanza Ini Menyusahkan Banyak Orang

Toyota Avanza parkir sembarangan
Sumber :
  • Screenshot Instagram

VIVA – Parkir kendaraan tentu ada etikanya agar tidak merugikan orang lain. Bukan hanya itu, parkir sembarangan dampaknya juga bisa merugikan diri sendiri, karena bisa saja mobil mengalami kerusakan.

Jokowi Buka Suara soal Asuransi Wajib Motor dan Mobil Tahun Depan

Tapi pada umumnya parkir mobil perlu memerhatikan kondisi lingkungan agar tidak membuat orang lain susah. Terutama ketika ingin parkir paralel, usahakan tidak mengaktifkan rem tangan agar mudah dipindahkan.

Sehingga tidak akan menyusahkan banyak orang ketika mobil yang terhalang ingin keluar, seperti salah satu pengguna Toyota Avanza dengan pelat nomor AB 1851 KJ ini.

Penjualan Mobil Anjlok Signifikan, Pemerintah Kaji Insentif PPnBM

Melalui unggahan Instagram @pelatchat, terlihat sejumlah orang dibuat pusing oleh kelakuan pengguna Avanza lawas tersebut, karena parkir paralel dan menghalangi mobil lain yang ingin keluar.

Mengingat mobil Low MPV itu tidak bisa digerakkan maka salah satu cara diangkat, atau gotong untuk menggesernya.

Bridgestone Hadirkan Ban Dueler A/T002 di GIIAS 2024, Cocok untuk Mobil Apa?

“Mobil Avanza hitam digotong oleh bapak-bapak karena menghalangi mobil yang ingin keluar parkiran,” tulis statusnya, dikutip, Rabu 19 Juni 2024.

Dikarenakan mobil tersebut tidak bisa didorong, diduga rem parkirnya aktif, serta sudah diumumkan melalui pengeras suara untuk memindahkan mobil, namun pemilik tidak kunjung datang.

“Sejumlah 10 orang bapak-bapak terpaksa harus mengangkat bagian belakang untuk menggeser mobil tersebut untuk membantu seorang ibu-ibu yang ingin mengeluarkan mobilnya,” lanjut penjelasannya.

Jika melihat dari desain eksteriornya, mobil yang parkir sembarangan itu adalah Toyota Avanza generasi kedua yang diproduksi pada 2011-2014. Ubahannya cukup signifikan dibandingkan versi sebelumnya.

Bumper, grill, lampu utama, dan lampi pengereman, serta kap mesin, dan bagasi belakang dibuat ulang agar bentuknya lebih moderen. Model tersebut ditawarkan dalam tiga varian, yaitu 1.3 E, 1.3 G, dan 1.5 Veloz.

Untuk mesin berkapasitas 1.300cc berkode 1NR-FE yang dapat menyemburkan tenaga 95 dk di 6.000 rpm, dan torsi 125 Nm di 4.000 rpm.  Sedangkan mesin 1.500cc kodenya 2NR-FE bertenaga 102 dk di 6.000 rpm, dan torsi 144 Nm di 4.000 rpm.

Tenaganya itu disalurkan melalui transmisi matik 4-percepatan, dan manual 5-percepatan ke roda belakang. Fitur-fitur di dalamnya juga lebih lengkap dari generasi pertama, seperti rem ABS, dual air bags, head unit layar sentuh, dan lain-lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya