Kata BYD Soal Oknum Ormas Ganggu Proyek Pabrik Subang

Pabrik mobil listrik BYD
Sumber :
  • ET Auto

Subang, VIVA – Pembangunan pabrik PT BYD Motor Indonesia di Subang, Jawa Barat, disebutkan mengalami gangguan dari oknum organisasi masyarakat (ormas) yang bertindak premanisme.

img_title Pengakuan Mengejutkan Sopir BYD yang Lindas Ojol di Blok M, Ngaku Ketiduran Tak Sadar Injak Pedal Gas

Gangguan tersebut pertama kali diungkapkan oleh Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno melalui akun Instagram pribadinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Eddy menyoroti pentingnya ketegasan pemerintah dalam menangani tindakan premanisme yang berpotensi mengganggu iklim investasi di Indonesia.

img_title Ojol yang Dilindas Sopir BYD Bakal Dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati

“Sempat ada permasalahan terkait premanisme, ormas yang mengganggu pembangunan sarana produksi BYD. Saya kira itu harus tegas. Pemerintah perlu tegas untuk menangani permasalahan ini,” ujarnya dalam video melalui laman resmi Instagramnya.

Ia menambahkan, jaminan keamanan merupakan syarat mendasar yang harus diberikan kepada para investor.

img_title Terungkap! Sopir BYD yang Lindas Ojol di Blok M Ternyata Driver Taksi Online, Baru Sebulan Bawa Mobil Listrik

"Jangan sampai investor datang ke Indonesia dan merasa tidak mendapatkan jaminan keamanan. Jaminan keamanan itu adalah hal paling mendasar bagi investasi," lanjutnya.

Pabrik produksi mobil listrik BYD di Changzhou

Photo :
  • Doc. BYD Motor Indonesia

Menanggapi adanya permasalahan tersebut, PT BYD Motor Indonesia menegaskan bahwa hingga saat ini seluruh proses berjalan dengan baik.

Luther Panjaitan, Head of Marketing Public Relation & Government Relations PT BYD Motor Indonesia menyatakan fokus penuh pada penyelesaian pembangunan pabrik sesuai dengan komitmen yang telah disepakati bersama pemerintah.

"Hingga saat ini, seluruh proses persiapan dan pembangunan pabrik berjalan dengan baik, dan kami sedang fokus untuk menyelesaikan proses pembangunan sesuai dengan komitmen dengan pemerintah," ujarnya saat dihubungi VIVA pada Selasa, 22 April 2025.

Sebagai catatan, pabrik BYD di Subang ini ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2026.

Proyek ini menjadi bagian dari investasi BYD di Indonesia yang mencapai lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp16 triliun (asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kehadiran pabrik ini diharapkan menciptakan lebih dari 18.000 lapangan kerja baru di berbagai sektor, serta menjadi motor penggerak dalam mendorong Indonesia sebagai pusat produksi mobil listrik untuk pasar global.

Selain menciptakan lapangan pekerjaan, BYD juga berkomitmen melakukan transfer pengetahuan untuk meningkatkan keterampilan teknis tenaga kerja Indonesia. 

Penjualan BYD Group di Indonesia sampai September capai 46.700 unit

Moncer, Penjualan BYD Group di Indonesia Sampai September Capai 46.700 unit

Head of Marketing PT BYD Motor, Pramita Sari menjelaskan bahwa kehadiran BYD turut mendorong akselerasi adopsi kendaraan ramah lingkungan secara signifikan di Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut