Mitsubishi Masih Enggan Buat Mirage di Indonesia, Kenapa?

Mitsubishi Mirage 2016
Mitsubishi Mirage 2016
Sumber :
  • Indianautosblog

VIVA.co.id - Perkembangan pasar otomotif nasional,  ternyata membuat sejumlah pabrikan mobil, atau motor memutuskan untuk membangun pabrik dan memproduksi sejumlah produknya di Indonesia.

Tentu saja, dengan memiliki pabrik hal ini dapat menekan harga jual, karena pajak yang dibebankan akan lebih rendah dibandingkan menjual dalam bentuk jadi, atau rakitan.

Namun, bagi Mitsubshi, meski sedang melakukan pembangunan pabrik di area seluas 30 hektare di Greenland International Industrial Center (GIIC) yang terletak di Kota Deltamas, Cikarang Pusat, Jawa Barat, mereka tidak akan memproduksi seluruh mobil dipabrik tersebut.

Pabrik yang memerlukan invetasi senilai Rp6,6 triliun dan kapasitas produksi mencapai 160 ribu unit per tahun itu hanya akan membuat mobil small Multi Purpose Vehicle (MPV) 80 ribu unit, Pajero Sport 30 ribu unit, dan L300 sebanyak 30 ribu unit.

Lantas bagaimana dengan Mitsubishi Mirage? Apakah citycar tersebut, kemungkinan akan ikut diproduksi di Indonesia, mengingat masih ada jatah kapasitas produksi sekitar 20 ribu unit.

Menanggapai hal tersebut, Intan Vidiasari, Head of Public Relation PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor (KTB) ikut bicara. Menurut dia, tidak mungkin Mirage terbaru diproduksi di Indonesia.

“Karena Mitsubishi Mirage, Global Plannya di Thailand. Jadi, dari line sana Mirage dibuat sudah untuk global, atau (dikirim) ke seluruh dunia,” ungkapnya, Senin 11 April 2016.

Hal serupa juga diungkapkan Head of MMC Sales Group KTB Imam Choeru Cahya. Menurut Imam, hingga saat ini KTB selaku agen tunggal pemegang merek Mitsubishi di Indonesia, belum mendapatkan lampu hijau oleh principal untuk memproduksi Mirage di Cikarang.

“Belum ada pembicaraan ke situ, kalau pabrik baru 160 ribu unit kepasitasnya, yakni untuk Small MPV 80 ribu unit, Pajero Sport 30 ribu unit, dan L300 sebanyak 30 ribu unit. Jadi, kalau pun kapasitas awal belum tentu akan langsung 160 ribu,” ujarnya.

Sebaliknyam lanjut Imam, dibuat atau tidaknya mobil baru di Indonesia, hal itu tergantung dari populasi dan potensi pasar yang dituju, apakah baik untuk diproduksi di Indonesia  atau tidak. (asp)