Kekurangan Calya-Sigra Menurut Honda

Toyota Calya di Jalanan Bandung
Sumber :
  • Dok. TAM

VIVA.co.id – Duet Low Multi Purpose Vehicle (MPV) Toyota Calya dan Daihatsu Sigra, yang resmi meluncur bulan lalu, cukup membuat heboh beberapa Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) pesaing di Tanah Air.

img_title Hina Alquran saat Naik Taksi Online: Aparat Keamanan Dipenjara 14 Hari, Denda Rp30,6 Juta

Pasalnya, MPV ini masuk dalam kelas Low Cost Green Car (LCGC), sehingga bisa mengganggu pasar mobil keluarga. Dengan harga miring, konsumen sudah bisa mendapatkan mobil yang dapat menampung tujuh penumpang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, kehadiran Calya-Sigra dianggap tidak berpengaruh dengan penjualan mobil Honda. Alasannya, Honda menyasar segmen yang berbeda.

img_title Wanita di Jakbar Jadi Korban Pelecehan Sopir Taksi Online, Begini Modusnya

Direktur Pemasaran dan Purnajual PT Honda Prospect Motor (HPM), Jonfis Fandy, mengklaim penjualan mobil keluarga Mobilio tidak terpengaruh dengan adanya Calya-Sigra.

“Brio dan Mobilio tidak mengalami penurunan," ujarnya di Jakarta.

img_title Polisi Bekuk Sopir Taksi Arogan Rusak Mobil Pengendara di Tol JORR

Hal itu bisa terjadi, karena konsumen Brio berbeda dengan segmen merek lain. Dan jika dibandingkan dengan tahun lalu, penjualan Briio tahun ini mengalami peningkatan.

Menurutnya, mobil murah tujuh penumpang Honda adalah Mobilio. Meski mobil tersebut tidak masuk dalam program LCGC.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Untuk merek lain, coba Anda bikin jadi taksi online, diterima enggak? Yang pasti, itu hanya sebagai pilihan konsumen, dan mereka bebas pilih," ujar Jonfis.

Jonfis menjelaskan, untuk saat ini, yang membuat tumbuh pasar Low MPV itu adalah taksi online. "Tapi, LCGC tujuh penumpang merek lain itu bukan Low MPV yang dinginkan Grab, Go-Car, Uber, dan lain-lain," ungkapnya. (ase)

Ilustrasi pembunuhan.

Mobil Sopir Taksi Online di Pamulang Dibawa Kabur, Pelaku Pura-pura Bayar dan Tusuk Korban Pakai Pisau Dapur

Dirkrimum Kombes Pol Imron Ermawan mengatakan modus operandi tersangka, yakni menggunakan akun taksi online untuk memesan kendaraan dengan metode pembayaran tunai.

img_title
VIVA.co.id
14 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut