Toyota Akui Calya Gerus Pasar Avanza

Toyota Calya di Jalanan Bandung
Sumber :
  • Dok. TAM

VIVA.co.id – Pamor mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya.

img_title Indonesia Dilirik untuk Produksi Mobil Double Cabin Tujuan Australia

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Januari-September 2016, penjualan wholesales (dari pabrik ke diler) produk LCGC mencapai 159.001 unit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dua pendatang baru di kelas LCGC, yakni Toyota Calya dan Daihatsu Sigra, menjadi favorit konsumen saat ini.

img_title Tertinggal dari China, Produsen Mobil Jepang Reformasi Total Waktu Pengembangan Mobil, dari 5 Tahun Menjadi 2 Tahun

Namun, keberadaan LCGC terbaru milik Toyota ternyata berdampak pada penurunan penjualan mobil jenis low multi purpose vehicle (MPV). Hal itu diakui oleh Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM), Hendry Tanoto.

"SPK (surat pemesanan kendaraan) sudah 35 ribu. Dampak ke low MPV ada. Kami enggak bilang enggak ada (dampak). Tapi, mungkin dampaknya enggak signifikan. Kalau menurut kami, sekitar 15-20 persen maksimum dampaknya," kata Hendry saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu 22 Oktober 2016.

img_title Innova Zenix Punya Fitur Baru

Ia menjelaskan, adanya mobil LCGC berkapasitas tujuh penumpang merupakan salah satu komitmen Toyota untuk selalu menghadirkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

"Kembali kepada kebutuhan pelanggannya. Ada yang masih butuh Avanza, ada yang lebih cocok ke Calya," ujarnya. (asp)

PT Pertamina (Persero) dan Toyota Group memperkuat kemitraan strategis.

Pertamina-Toyota Perkuat Kemitraan Strategis untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional

Pertamina berperan dalam mengembangkan dan memasok bahan bakar, sedangkan Toyota berkontribusi melalui pengembangan teknologi otomotif dan pemahaman soal kebutuhan energi

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut