Biaya Servis ECU Mobil Jepang dan Eropa

Hendry Basuki saat memperbaiki ECU mobil.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Jeffry Yanto

VIVA.co.id – Mobil modern seperti yang beredar saat ini kebanyakan sudah mengadopsi sistem ruang bakar injeksi. Terbilang canggih, karena sudah ada perangkat tersendiri yang mengatur dan mengontrol kinerja mesin berbekal dari berbagai sensor.

img_title 5 Hal Perawatan Mobil yang Bisa Dilakukan di Rumah Kurang dari 10 Menit

Pusat atau otak yang mengatur semua sensor pada mesin dan pengapian tersebut dilakukan oleh Engine Control Unit (ECU). Karena penting, ECU tentu saja diibaratkan bak raja dan tentu perlu mendapatkan perawatan ekstra. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Hendry Basuki, pemilik HB Car Computer bengkel spesialis ECU, gambarannya apabila ECU mengalami kerusakan, otomatis mobil akan mati total. Mobil juga bakal bermasalah merembet pada kurangnya tenaga, serta kestabilan AC saat mesin menyala bila ECU mengalami gejala.

img_title Tren Baru! Mobil Modern Kini Lebih Suka Tampilan Tanpa Chrome, Ini Alasannya

Lantas berapa biaya memperbaiki ECU yang sudah rusak atau tidak berfungsi secara maksimal lagi? Kata Hendry, untuk biaya perbaikan ECU mobil Jepang dan Eropa berbeda. Untuk mobil Jepang dibanderol Rp1,2 juta sampai Rp2 juta. Sementara untuk mobil Eropa mulai dari Rp1,8 juta sampai Rp2 juta.

"Biasanya kalau ECU rusak itu pasti mati total atau pincang (nyala mesin tidak rata). Masalah ini dialami mobil Jepang dan Eropa dalam jangka waktu 15 tahun lebih," ujarnya kepada VIVA.co.id, Rabu 14 Desember 2016.

img_title Jangan Tunggu Rusak! Ini Ciri-ciri Mesin Mobil Butuh Perawatan Segera

Menurut dia, yang dimaksud ECU pincang itu karena adanya salah satu pengapian yang mati. "Selain itu injektor pada sistem injeksi enggak bekerja maksimal dan itu masalah yang kerap terjadi pada ECU."

(mus)

Sabun colek untuk bersihkan ban mobil

5 Kebiasaan Merawat Mobil yang Diam-Diam Bikin Rusak

Merawat mobil memang penting untuk menjaga performa dan usia pakai kendaraan tetap optimal. Namun tidak semua kebiasaan yang dianggap sebagai bentuk perawatan.

img_title
VIVA.co.id
19 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut