Harga Rp117 Juta, Kwid 'Pede' Hadapi Mobil LCGC

Renault Kwid.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Jeffry Yanto

VIVA.co.id – Meski banyak rintangan dan semakin ketatnya persaingan di pasar roda empat antara produsen-produsen Jepang, tak membuat pabrikan asal Prancis, Renault, gentar. Sebaliknya, produsen yang memiliki pabrik di India itu tetap optimistis untuk mampu meramaikan persaingan pasar otomotif Tanah Air.

img_title Ada Mobil Murah Baru yang Siap Tantang Toyota Corolla

Menurut Marketing & Sales General Manager ASEAN Operation Renault, Johannes Saragih, kedatangan merek Jepang yang terus menghadirkan model-model mobil terbaru ke Indonesia bukanlah bentuk ancaman bagi Renault.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Renault memiliki strategi sendiri yang dianggap mampu menarik konsumen di Tanah Air. Salah satunya dengan melakukan terobosan terbaru dengan meluncurkan produk anyar dengan harga kompetitif.

img_title Mobil Listrik Terkecil dan Terunik Ini Disuntik Mati!

"Saya juga melihat tahun depan masih banyak kesempatan. Soalnya kan unit kami yang baru, Kwid dan Koleos itu masuk bulan Januari, ya jadi kita harapkan mulai awal tahun depan sudah kelihatan di jalan," katanya saat berbincang dengan VIVA.co.id di Tangerang, Banten.

Selain itu, Renault juga rencananya akan meluncurkan dua produk baru di kelas Crossover dan juga Sport Utility Vehicle (SUV) yang dianggap bisa menarik konsumen Tanah Air. "Yang pasti, tolak ukurnya kalau memang kedua produk kami itu diterima oleh pasar, kita akan bawa lagi produk lainnya," ujarnya.

img_title Raksasa Otomotif Bakal PHK Massal 3.000 Karyawan, Sinyal Krisis di Depan Mata?

Renault juga melihat pasar Indonesia cukup berkembang dan menarik. Maka itu, mereka cukup optimistis menatap tahun depan. "Jadi, kita lihat ada kesempatan besar untuk jualan di Indonesia, khususnya di segmen mobil kecil. Jadi pasarnya Kwid ini kan cukup besar di sini, pemainnya juga banyak, makanya kita lihat kesempatan itu. Jadi kita lihat positif pasar Indonesia saat ini."

Kwid sendiri merupakan mobil dengan mesin berkapasitas 1.000cc yang dijual dengan banderol Rp117 juta di Indonesia. Meski berharga murah, Renault tak mau jika mobilnya tersebut disamakan dengan Low Cost and Green Car (LCGC). Renault juga saat ini telah bekerjasama dengan pabrikan asal Jepang, Nissan dan membuatnya semakin optimis menatap masa depan dengan aliansi yang dilakukannya tersebut.
 

Ilustrasi kantor Renault

Serikat Pekerja Pabrik Renault Prancis Tolak Produksi Senjata Gantikan Mobil

Meski demikian Serikat Pekerja menegaskan bahwa pekerja Renault menghadapi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) jika menolak merakit senjata sesuai dengan instruksi.

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut