Suzuki Celerio Edisi Terbatas Dirilis, Cuma Rp120 Jutaan

Suzuki Celerio City edisi terbatas.
Sumber :
  • Carscoops.

VIVA.co.id – Suzuki baru-baru ini merilis Celerio terbaru edisi terbatas di Inggris. Penantang KIA Picanto dan Volkswagen Up itu tampil lebih eksklusif berkat perubahan pada pelek, bagian sisi, dan trim pada pilar B. 

img_title Mobil Murah Mulai Ditinggalkan? Ini Nasib Penjualan LCGC di Indonesia

Model yang disebut Celerio City itu itu juga diberikan tulisan ekslusif 'City', termasuk sudah dibenamkannya sensor parkir belakang. Demikian seperti dilansir Carscoops, Selasa 22 Agustus 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Celerio di sana juga sudah memiliki perlengkapan standar yang mencakup kunci sentral, radio DAB, penyesuaian ketinggian kursi untuk pengemudi, dan enam kantung udara. Untuk bagian kabin ditawarkan dalam dua pilihan warna solid, yang mereka sebut Superior White dan Super Black.

img_title PS5 Pro atau Rakit PC Gaming? Hitung Biaya yang Harus Disiapkan Gamer

Ada tiga warna yang ditawarkan untuk bagian eksterior yakni Blue, Grey, dan Silver. Namun ketiga warna itu akan lebih mahal dari model kelir putih yang lebih murah US$599 atau Rp7,9 jutaan. Pada sektor dapur pacu tak ada perubahan, masih mengusung unit bensin 1.0 liter, yang dapat menghasilkan tenaga 67 daya kuda dan torsi 90 newton meter.

Soal harga, jika di Indonesia Celerio dijual dengan harga mulai Rp156,7 juta (transmisi manual) on the road Jakarta, di Inggris, Celerio model terbatas ini (City) dijual dengan banderol US$9.661 atau setara Rp128 juta. Lebih murah bukan.

img_title Tecno Spark 50s 5G vs Infinix Note 50s 5G, Hp Mana yang Lebih Layak untuk Gaming Santai?

Sekadar gambaran, di Indonesia penjualan Celerio sangat kecil, sepanjang tahun 2016 saja hanya laku 26 unit. Meski belum disuntik mati, namun Suzuki Indonesia mengaku masih menerima pemesanan Celerio. (one)

Ilustrasi telur ayam

Mentan Amran: Harga Telur Ayam Mulai Turun Usai Aparat Tindak Anomali

Mentan menyatakan harga telur ayam mulai turun setelah pemerintah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) menindak anomali distribusi yang merugikan peternak.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut