Peluang Indonesia Jadi Pemain Utama Pasar Kendaraan Listrik Dunia

Motor Listrik Gesits sedang dirakit di pabrik.
Motor Listrik Gesits sedang dirakit di pabrik.
Sumber :
  • Antara.

VIVA – Sejak beberapa tahun terakhir, pasar kendaraan listrik di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Bahkan, ada sejumlah produk yang diproduksi dan dirakit di dalam negeri. Lantas, mampukah kita menjadi pemain utama di pasar electric vehicle (EV) global?

Pengamat otomotif sekaligus akademisi di Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Pasaribu secara tak langsung mengatakan, Indonesia bisa saja mewujudkan mimpi besar tersebut. Namun, kata dia, ada sejumlah hal yang harus dipenuhi.

Menurut Yannes, Indonesia harus membangun lebih banyak pabrik kendaraan listrik di dalam negeri dan melakukan ekspor produk ke luar negeri. Hal tersebut, kata dia, harus dilakukan sebelum negara-negara di Eropa mulai menghentikan produksi kendaraan konvensional.

“Indonesia kalau mau tampil dalam kompetisi electric vehicle dunia, harus sudah siap ekspor setahun sebelum 2024, saat negara-negara Eropa menghentikan produksi kendaraan berbahan bakar fosil,” ujar Yannes Pasaribu kepada VIVA Otomotif, dikutip Senin 29 November 2021.

Menteri BUMN, Erick Thohir menguji kesiapan mobil listrik di Indonesia

Menteri BUMN, Erick Thohir menguji kesiapan mobil listrik di Indonesia

Photo :
  • Kementerian BUMN

Sebenarnya, saat ini, pasar kendaraan listrik nasional sudah terbilang baik. Meski tak terlalu banyak, akan tetapi peminatnya terus bertumbuh. Namun, kata dia, pertumbuhan tersebut bisa digenjot melalui dua hal, yakni pembenahan infrastruktur dan perbaikan model bisnis.

“Sepeda motor listrik paling siap untuk dipasarkan, tapi dengan model bisnis yang lebih advanced, yang lebih kekinian. Bukan sekadar jual motor lagi, tapi jual servis,” terangnya.