Alasan Harga Motor di India Lebih Murah Dibanding RI

Motor Bajaj buatan India.
Sumber :
  • www.motoroids.com

VIVA.co.id – Minat konsumen akan kendaraan roda dua yang tinggi, membuat beberapa produsen otomotif dunia membangun pabrik sepeda motor di Indonesia. Setiap tahun, jutaan unit motor laris dibeli konsumen. Padahal, harga yang ditawarkan terbilang tidak murah.

img_title Indonesia Cari Peluang Teknologi Otomotif dari Bulgaria

Untuk mendapatkan motor jenis skuter matik, konsumen harus merogoh kocek mulai dari Rp14 jutaan. Hal ini berbeda dengan beberapa negara lain, contohnya India. Di negara tersebut, pabrikan menyediakan sepeda motor dengan harga yang terjangkau, yakni sekira Rp10 jutaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu, apa penyebab motor di Indonesia memiliki harga relatif lebih mahal dibandingkan India?

img_title AI dan Semikonduktor Mulai Jadi Tantangan Baru Industri Otomotif Indonesia

Menanggapi hal tersebut, Assistant General Manager (GM) Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Mohammad Masykur mengatakan, konsumen di Tanah Air sangat berbeda dibandingkan negara yang terkenal dengan film Bollywoodnya tersebut.

“Saya tidak tau detailnya seperti apa. Tapi, konsumen kita berbeda. Yang saya tahu, salah satu perbedaannya terletak pada konsumennya. Mereka memang relatif lebih murah,” ungkapnya di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa, 15 Maret 2016.

img_title Hampir 1 dari 5 Mobil Baru di Indonesia Berasal dari Merek China

Selain itu, pria yang akrab disapa Masykur tersebut mengungkapkan, India memiliki sejarah negara yang berswadaya, sehingga bahan baku disana tergolong memiliki harga lebih murah.

“Latar belakang sejarahnya juga memengaruhi mungkin ya. Mereka kan maunya swadaya, bikin baja sendiri, sehingga akhirnya mereka bisa lebih kejar lebih murah. Mungkin regulasinya juga, tapi saya enggak tahu pastinya seperti apa,” kata Masykur.

Ilustrasi charger SPKLU tersangkut di mobil listrik

Produsen Mobil Listrik Dapat Fasilitas Pemerintah, Ada Sanksi Jika Ingkar

Produsen mobil listrik mendapat insentif pemerintah, tetapi wajib memenuhi komitmen produksi dan TKDN. Gagal memenuhi target, insentif yang diterima bisa dikenai sanksi.

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut