Kasus Kartel Harga

Yamaha Bicara E-mail Bocor dan Golf Bareng Bos Honda

Sidang dugaan kartel Honda-Yamaha di KPPU, Jakarta.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Yasin Fadilah

VIVA.co.id – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menuding pabrikan sepeda motor Honda dan Yamaha melakukan praktik kartel dengan cara mengatur harga skuter matik (skutik) 110-125cc. Tuduhan berawal dari pertemuan para petinggi kedua merek itu di lapangan golf, dan diteruskan dengan pengiriman surat elektronik alias e-mail untuk menyetarakan harga.

img_title Xiaomi Redmi A5 vs Poco C71, Dua HP Murah yang Mirip tetapi Mana Lebih Layak Dibeli?

Menurut Dyonisius Beti, Executive Vice President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), e-mail yang jadi bukti kuat KPPU menyeret mereka ke meja hijau tak ada kaitannya dengan Honda. Termasuk embel-embel main golf bareng yang memang kerap dilakukan kedua bos pabrikan motor asal Jepang itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"E-mail dan golf itu bukan surel kami dan Honda. E-mail itu surel internal kami. Tidak ada kaitannya sama sekali dengan Honda. Bukan perjanjian antara Honda dan Yamaha. E-mail adalah informasi, e-mail itu tidak pernah ada persekongkolan harga dengan Honda," kata Dyon di persidangan lanjutan dugaan kartel, di KPPU, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Juli 2016.

img_title 3 HP Murah dengan Layar 120Hz, Harganya Nggak Sampai Rp2 Jutaan

Dyon menilai, perusahaan tidak akan mengeluarkan kebijakan tergantung dengan e-mail yang dikeluarkan. "Kenapa kalau terlibat e-mail selalu salah? E-mail bukan jadi yang sah dari perusahaan yang bisa jadi policy perusahaan, tetapi e-mail hanya sebagai alat media sharring," kata dia.

Dalam keterangannya, Dyon juga menyatakan apabila presiden direktur juga tidak berhak untuk menentukan harga sesuai yang di-e-mailkan.

img_title Transformasi IT Berbasis AI Jadi Solusi Perusahaan RI Menuju Autonomous Enterprise

"Investigator (bukti tuduhan) hanya berdasarkan e-mail dari Mr. Kojima (Presiden Direktur Yamaha Indonesia) ke Dyon yaitu saya, dan keterangan Mr Terada (Direktur Marketing YIMM) tentang golf. Di Yamaha, penentuan harga bukan wewenang presdir (presiden direktur), karena secara power of delegation tidak ada wewenang presdir untuk menentukan harga," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan adanya e-mail tersebut, menurutnya, bukan berarti KPPU bisa menyimpulkan bahwa Yamaha dan Honda melakukan persekongkolan untuk memonopoli harga motor skutik. Adapun bahasa dalam e-mail dikatakan Dyonisius hanya sebagai gaya bahasa agar internal Yamaha dapat bersaing dengan Honda.

"E-mail dan kegiatan golf bukan bukti adanya perjanjian harga pasal 5 ayat 1 UU No. 5 Tahun 1999. Bahwa pernyataan Mr Terada tentang e-mail dan kegiatan golf adalah pernyataan pihak-sepihak dari Mr Terada yang berasal dari informasi pihak lain yang kebenarannya telah dibantah oleh berbagai pihak. Saya sudah mengonfirmasi, bahwa ini tidak benar," kata Dyon.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut