Yamaha-Honda Kompak soal Surat Panggilan KPPU

Logo Honda dan Yamaha. Dua pabrikan Jepang ini dituding melakukan kartel harga skuter matik 110-125cc.
Logo Honda dan Yamaha. Dua pabrikan Jepang ini dituding melakukan kartel harga skuter matik 110-125cc.
Sumber :
  • Ist.

VIVA.co.id – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bakal melanjutkan sidang kasus dugaan kartel harga sepeda motor matik antara PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM) ke tahap pemeriksaan lanjutan.

Asisstant General Manager (GM) Marketing PT YIMM Mohammad Masykur mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima surat resmi dari KPPU untuk menghadiri sidang tahap pemeriksaan lanjutan atas dugaan pelanggaran yang dilakukan Yamaha-Honda itu.

"Kami masih menunggu undangan resmi dari KPPU, nanti akan dikabarkan lebih lanjut," kata Masykur saat berbincang dengan VIVA.co.id, di Jakarta, Jumat, 26 Agustus 2016.

Masykur enggan berkomentar lebih jauh saat disinggung apa yang akan dibawa pihaknya untuk membantah tudingan KPPU terkait persekongkolan antara Yamaha dengan Honda dalam menetapkan harga jual sepeda motor jenis skuter matik 110-125cc di Indonesia.

"Kami akan mempelajari isi undangan dahulu, baru menyiapkan materi yang diperlukan," ungkapnya.

Terpisah, Deputy Head of Corporate Communication PT AHM, Ahmad Muhibbuddin, juga mengatakan pihaknya belum menerima surat resmi dari KPPU. Kata dia, Honda bakal menghadiri sidang tahap pemeriksaan lanjutan nanti.

"Belum (terima surat panggilan KPPU). Yang pasti kami akan datang. Kami akan menggunakan hak hukum kami untuk memberikan penjelasan lebih detail terkait masalah yang dituduhkan oleh KPPU," katanya.