Posisi Duduk Aman di Mobil saat Kecelakaan

Mobil MPV.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Kecelakaan merupakan salah satu momok menakutkan para pengendara. Tak cuma roda dua, begitu pun roda empat. Sebab, nyawa bisa melayang akibat peristiwa tersebut.

img_title Ngeri! Detik-detik 2 Pemotor Hampir Terlindas Truk Pertamina di Jagakarsa

Walau sudah ada berbagai fitur mobil yang bisa diandalkan saat kecelakaan terjadi, tetapi posisi duduk yang benar bisa jadi juru selamat ketika mobil mengalami benturan hebat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jusri Pulubuhu, pemilik Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) mengatakan, usahakan posisi duduk pengemudi tak terlalu dekat dengan setir. Tapi juga jangan terlalu jauh karena ketika melakukan handling tak maksimal.

img_title Safety Driving Bukan Hanya Tanggung Jawab Pengemudi Pribadi

“Setir yang dekat dengan badan kita tidak baik. Karena ketika airbag akan meledak tidak optimal ketika tubuh pengemudi dekat dengan kolom setir, jadi harusnya ada kerenggangan," kata Jusri saat berbincang dengan VIVA.

"Pun dengan kaki, kalau terlalu dekat akan mencederai tempurung atau lutut,” tambahnya.

img_title 6 Perilaku Penyebab Kecelakaan yang Harus Dihindari Pengendara

Selain itu, dampak duduk terlalu dekat akan membuat sudut lutut terlalu menekuk, sehingga pada perjalanan panjang akan menghambat sirkulasi darah. Konsekuensinya membuat aspek kenyamanan dan keamanan berkendara berkurang.

Peringatan Buat Anak

Untuk penumpang di samping pengemudi, kata dia, jangan terlalu dekat dasbor dan jangan sekali-kali menempatkan anak-anak yang tingginya kurang dari 150 sentimeter di kursi depan. Sebab kaki anak tersebut masih menggantung dengan lantai.

“Artinya dia (anak di bawah 150cm) tidak punya resistensi dari momentum saat kecelakaan, karena kaki tidak mencapai lantai. Sehingga saat terjadi kecelakaan hanya seat belt saja titik tumpunya,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Faktor utama lain yang harus diperhatikan adalah mengenakan seat belt yang benar dan posisi headrest tak melebihi kuping. Karena kalau terjadi tabrakan dari belakang, tulang leher berpotensi patah jika penempatan headrest tidak benar.

Untuk penumpang baris kedua masih sama aturannya dengan bagian depan. “Penumpang yang duduk di jok tengah baris kedua dengan seat belt dua titik lebih baik jangan. Ketika kecelakaan berat terjadi, bisa mengalami cedera punggung karena badannya menekuk sampai ke lutut,” ujarnya. (kw)

Apel Operasi Keselamatan Jaya

Waspada! Polisi Gelar Razia di Jadetabek Jelang Ramadan, Ini 9 Pelanggaran yang Disasar

Polda Metro Jaya mulai menggeber Operasi Keselamatan Jaya 2026 sebagai upaya menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas menjelang bulan suci Ramadan.

img_title
VIVA.co.id
2 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut