Isi Bensin Antre, Ini Risikonya Sering Tunda Beli Bensin

Petugas mengisi kendaraan konsumen dengan BBM jenis Pertalite di SPBU
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VIVA Otomotif– Sejak Pertalite atau harga bensin subsidi disesuaikan atau mengalami kenaikan harga, di beberapa daerah pom bensin masih terlihat ramai, bahkan terlihat antrean yang cukup panjang. Pasalnya di beberapa pom bensin, operator pom bensin kini mencatat pelat nomor kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar khususnya Pertalite.

img_title Suzuki Thunder 125 Jadi Sorotan di SPBU, Petugas Diminta Tak Layani Motor Ini

Terutama pelat nomor kendaraan roda empat yang ingin membeli Pertalite, dengan operator mencatat pelat nomor, artinya waktu yang digunakan ketika isi bensin akan semakin lama, hal itu bisa berimbas pada mengularnya antriandi pom bensin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sehingga bisa membuat pemilik atau pengemudi kendaraan menunda ketika ingin isi bensin, karena melihat antrean yang panjang, hingga akhirnya pengemudi isi bensin, jika bensin di dalam tangki mobil benar-benar mau habis.

img_title Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Pertalite Tersedia hingga 18 Hari

Padahal perilaku tersebut dapat merusak komponen mobil terutama yang berhubungan dengan sensor, dan sistem keluar masuk bahan bakar ke mesin atau injeksi. Seperti yang disampaikan Ali, Service Advisor bengkel Honda Pondok Indah.

Menurutnya lebih baik jika bahan bakar sudah habis atau sudah sampai di jarum E (emergency), segera diisi meski mobil masih bisa diajak jalan. Fungsi indikator konvensional model jarum, atau digital sebagai pengingat, maka jangan diabaikan.

img_title Anggota DPR Minta Distribusi BBM di Bali Harus Terpenuhi Agar Tak Ganggu Sektor Pariwisata

“Kalau dibiarkan dalam keadaan kering meskipun mobil masih bisa menyala, tetap saja akan merusak pompa bensin di tangki. Apalagi itu sering dilakukan, karena kalau sudah habis banget, kinerja pompa bensin jadi lebih besar,” kata Ali dikutip VIVA Otomotif, Jumat 9 September 2022.

Lebih lanjut Ali menjelaskan, tekanan pompa lebih besar untuk menghisap, atau menyalurkan bensin dari tangki ke sistem injektor akan berdampak fatal. Sebab selain merusak pompa, juga membuat sistem sensor menjadi eror.

“Untuk injektor sendiri tidak akan rusak. Tapi tetap saja, usahakan jangan sampai habis banget,” sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara menurut salah satu mekanik bengkel Daihatsu di Jakarta Timur, Puji Raharjo menyebut indikator E di mobil sebenarnya tidak bisa dimaknai sebagai kekosongan mutlak. Artinya masih ada sisa untuk perjalanan.

“Indikator E sebenarnya bukan peringatan bensin benar-benar habis, tapi peringatan kalau pengemudi kudu bawa mobilnya ke SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum),” ujar Puji.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut