AC Mobil Ternyata Bisa Picu Keracunan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Filter kabin mobil Daihatsu.
Sumber :
  • Dok: ADM

Jakarta, VIVA – Tidak sedikit kasus keracunan dalam mobil yang terjadi di kalangan masyarakat, meskipun tak selalu disadari secara langsung.

img_title Terpopuler: Tips Matikan AC Mobil, Daihatsu Siapkan EV, hingga Harga Motor 2-Tak

AC mobil yang seharusnya memberi kesejukan saat berkendara, justru bisa menjadi sumber masalah kesehatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gejala seperti sakit kepala, mual, hingga gangguan pernapasan kerap muncul tanpa disangka, dan salah satu penyebab utamanya adalah kualitas udara di dalam kabin yang sudah terkontaminasi.

img_title Perlukah Mematikan AC Sebelum Mesin Mobil Dimatikan?

Dikutip VIVA dari laman resmi Daihatsu, penyebab keracunan dalam kabin mobil pun cukup beragam, mulai dari kondisi teknis hingga kebiasaan pengguna kendaraan.

Pertama, kebocoran pada freon menjadi salah satu pemicu utama keracunan dari AC mobil.

img_title Terpopuler: Motor Bekas Bandel, Oli BBM Diesel B50, hingga Fungsi Tombol AC Mobil

Freon yang bocor dapat menyebar dalam bentuk gas ke dalam kabin, dan bila terhirup dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan pusing hingga gangguan pernapasan.

kabin mobil bau asap rokok

Photo :

Maka dari itu, penting untuk memastikan sistem pendingin AC selalu dalam kondisi baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda kebocoran, seperti bau aneh atau kinerja pendingin yang melemah.

Kabin mobil SsangYong Rexton

Photo :
  • carsguide

Kedua, kondisi filter AC yang kotor juga berisiko tinggi terhadap kesehatan. Filter yang tidak diganti secara berkala bisa menjadi sarang jamur, debu, dan bakteri.

Udara yang melewati filter tersebut lalu masuk ke dalam kabin dan terhirup oleh penumpang. Ini dapat memicu reaksi alergi bahkan infeksi saluran pernapasan.

Idealnya, filter AC diperiksa dan dibersihkan setiap beberapa bulan, terutama jika kendaraan sering digunakan di wilayah berdebu atau padat polusi.

Ketiga, perlu diwaspadai juga penggunaan bahan kimia di dalam interior mobil. Beberapa produk seperti pengharum atau pembersih kabin mengandung zat kimia berbahaya seperti formaldehid dan senyawa phthalate.

Ketika bahan-bahan ini menguap dan menyatu dengan udara dari AC, maka risiko gangguan kesehatan pun meningkat.

Memilih produk interior yang ramah lingkungan dan bebas bahan berbahaya bisa menjadi langkah bijak untuk menjaga kualitas udara dalam mobil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sumber kontaminasi lain bisa datang dari luar kendaraan, terutama saat jendela dibiarkan terbuka terlalu lama di area yang padat polusi.

Debu, asap kendaraan lain, dan partikel mikroskopis bisa masuk dan bercampur dengan sirkulasi AC.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut