Timses Jokowi Sebut Prabowo Contek Gaya Kampanye Trump

Ketua DPP PKb sekaligus Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional, Abdul Kadir Karding (kanan).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

VIVA – Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, mengaku heran rival mereka yakni calon presiden Prabowo Subianto ingin meniru gaya kampanye Donald Trump saat Pemilu di Amerika Serikat lalu. 

img_title Prabowo Bidik Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun pada 2027, Kelompok Petani hingga Nelayan jadi Sasaran

Meski Prabowo mengubahnya dengan seruan 'Make Indonesia Great Again', hal itu bisa saja diartikan yang bersangkutan serupa Trump atas segala macam kontroversialnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau kita mencontoh gaya kampanye Trump, besok-besok kelakuan kita, kebijakan-kebijakan akan dicontoh seperti yang kontroversial dan kontraporduktif," kata Karding di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Kamis 11 Oktober 2018.

img_title Presiden Prabowo Terapkan Ekspor Satu Pintu Lewat DSI, Bidik Kebocoran Negara akibat Penyelundupan

Karding menegaskan, tim kampanye petahana akan punya cara sendiri. Hal itu juga ia tegaskan sekaligus menyindir lawan politik yang kerap menuding Jokowi pro terhadap asing.

"Divestasi terhadap Freeport dan seterusnya itu, saya kira bukti kuat bahwa Pak Jokowi punya kemandirian politik dan ingin membangun Indonesia yang kuat. Isu soal mencontoh Trump isu kecil sebenarnya, tapi menunjukkan belum apa-apa sudah pakai logika-logika Amerika," ujarnya.

img_title Bahlil Lapor ke Prabowo, PNBP Energi Tembus Rp127,74 Triliun hingga Oktober 2026

Kampanye Trump pada pemilu AS lalu memang mengulang slogan yang pernah diucapkan kampanye Presiden Ronald Reagan di tahun 1980 yang menyuarakan 'Make America Great Again'. 

Meski slogan itu membawa keduanya menang. Karding mengatakan, model kampanye seperti itu tidak akan laku diterapkan di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia pun menegaskan, Jokowi sudah menunjukkan lewat kerja nyata, bukan sekadar slogan dan seruan.

"Yang dibutuhkan adalah pemimpin punya karakter dan memiliki kerja nyata dan prestasi di berbagai bidang," kata dia.
 

Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri

Kalkulasi Wacana Pemakzulan Gibran, Jimly Asshiddiqie: Faktor Terpentingnya Presiden Prabowo

Guru besar hukum tata negara Jimly Asshiddiqie membeberkan kalkulasi politik terkait wacana pemakzulan Gibran. Menurutnya, Presiden Prabowo memenag faktor kunci.

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut