Siapkah OK OCE Jadi Program Nasional Jika Sandiaga Menang Pemilu?

Sandiaga Uno saat meluncurkan OK Oce Coffee
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA – Program One Kecamatan, One Center For Enterpreneurship atau OKE OCE yang digagas calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno disebut-sebut akan dibawa ke tingkat nasional, jika terpilih pada pemilu mendatang. 

OK OCE Masi Ada dan Buka Pujasera di Pacitan, Sandia Uno Bangga

Pertanyaannya, apakah program itu bisa efektif diterapkan secara nasional? Sementara itu, di tingkat DKI Jakarta, program tersebut terbilang masih baru diimplementasikan. 

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus menilai, saat ini belum tepat, jika OK OCE diterapkan secara nasional. Alasannya, implementasi program ini di lapangan masih banyak menemui masalah. 

Atasi Masalah Bahan Pokok, Sandiaga Uno Gelar Sembako Murah di Masjid

Kata dia, OK OCE merupakan inisiasi yang cukup baik, namun implementasinya di lapangan yang justru masih menimbulkan masalah. Antara lain, penggunaan teknologi oleh masyarakat yang belum sempurna. Padahal, OKE OCE mengandalkan teknologi dalam penerapannya. 

"Harusnya ada evaluasi dulu di level DKI, sebelum program ini dinaikkan ke level pusat," ujar dia dikutip dari keterangan resminya, Jumat 22 Maret 2019.  

UMKM Baru di DKI Tembus 287.000, Anies Sebut Janji Politik Terlampaui

Hal lain yang harus disoroti adalah, selama ini dalam mengembangkan ritel OKE OCE, Pemprov DKI Jakarta, justru meminta bantuan kepada peritel lain yang sudah mapan seperti Alfamart, untuk membantu mengurusi program itu.  

Karena itu, jika ingin membangun ekonomi masyarakat, Sandiaga dinilai, harus memiliki program lain yang lebih baik dan realistis, ketimbang hanya mengusung OK OCE.

Sementara itu, pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie menilai, sangat janggal jika program itu justru akan dibawa ke tingkat nasional. Sebab, hingga kini belum menunjukkan hasil yang nyata. 

“Secara eksistensi keberadaan program ini tak membuahkan hasil, substansinya agak kabur, dan esensinya tak terarah, karena tak terkonsep,” tambahnya. 

Menurut Jerry, di Jakarta sendiri program itu kurang greget dan kalah bersaing dengan berbagai minimarket yang sudah ada. Ini terjadi, karena OKE OCE dinilai tak punya konsep dan dukungan jelas dan sistem bisnis, juga jaringan distribusi.  

Menurut Jerry, OKE OCE pun kurang tak terkoneksi dengan perkembangan era industri 4.0 yang berbasis Informasi dan Teknologi. Program lainnya yang dipertanyakan adalah rumah siap kerja. 

"Untuk rumah siap kerja seperti apa karena ini perlu dikaji, jangan cuma program tanpa aksi,” katanya. (asp)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya