Atasi Kemiskinan, Jateng Galakkan Satu Dinas Satu Desa

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam forum dialog 'Mas Ganjar Menyapa' di Rumah Dinas Puri Gedeh Semarang, Selasa, 5 Maret 2019.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam forum dialog 'Mas Ganjar Menyapa' di Rumah Dinas Puri Gedeh Semarang, Selasa, 5 Maret 2019.
Sumber :
  • VIVA/Dwi Royanto

Ia mencontohkan, ada sebuah desa yang mengeluhkan infrastruktur yang sudah dibangun tetapi sering rusak. Maka OPD dapat memberikan arahan jika kemungkinan dalam perencanaan tidak benar. Pun, misalnya, Dinas Sosial bisa membantu menyelesaikan masalah sosial di desa. Lalu Dinas Pendidikan bisa menyelesaikan masalah anak putus sekolah atau tidak tersentuh pendidikan.

Sementara Dinas Pariwisata dengan membantu mempromosikan desa binaannya yang berpotensi menjadi desa wisata, sehingga menjadi energi baru di desa untuk berkembang dan maju.

"Tujuan akhirnya, masyarakat makin berdaya, mandiri, kesejahteraan meningkat, kemiskinan menurun dan munculnya leadership. Ini menjadi cara kita lebih dekat dengan rakyat," kata Ganjar.

Dengan skema program itu, Ganjar berharap desa akan terinspirasi. OPD dan BUMD yang memiliki pengalaman panjang bisa menemukan ide yang banyak dalam mengatasi beragam persoalan di masyarakat secara langsung. Tak hanya harus membantu dengan dana, tapi bisa juga membantu mencarikan sponsor dari perusahaan-perusahaan dengan skema CSR-nya.

Selain itu, ia mendoroang agar OPD dan BUMD mencari sukarelawan pendamping yang bisa membantu untuk memunculkan kepedulian dan kesadaran bersama dalam mengatasi masalah di masyarakat. Tentunya koordinasi dilakukan dengan pemerintah kabupaten/kota.

"Target kita kemiskinan tersisa tujuh persen pada 2023. Tapi jika upaya menekan angka kemiskinan dilakukan OPD, BUMD bersama-sama perusahaan yang ada dengan program CSR-nya, maka dapat dengan cepat ditekan," katanya. (webtorial)