Sekjen PBNU: Keselamatan Jiwa Harus Diutamakan

Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini di Istana Negara
Sumber :
  • VIVA/Agus Rahmat

VIVA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sudah berpendapat, bahwa Pilkada Serentak 2020 harus ditunda. Berkaca pada situasi pandemi COVID-19 yang saat ini masih sangat tinggi kasus hariannya. Sehingga dikhawatirkan, pesta demokrasi di 270 daerah itu justru akan menjadi kluster penularan virus mematikan ini.

img_title Djarot Sebut Kemenangan PDIP Meningkat 10% di Pilkada 2024 Meski Banyak Tekanan

Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini menegaskan kembali tingginya jumlah korban jiwa hingga yang positif COVID-19 saat ini. Itu dikatakannya saat menjadi pembicara di ILC TvOne, Selasa malam 22 September 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Helmy menambahkan selama ini PBNU mencermati semua tahapan pilkada serentak. Dan menemukan masih banyak pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 terutama saat pendaftaran bakal calon ke KPUD. 

img_title Kirim Karangan Bunga Akhirnya Mohammad Idris Akui Supian-Chandra Menang di Pilkada Depok 2024

“Kami melihat banyak pelanggaran. Bahkan paslon ada yang positif tetap melakukan pendaftaran dan tetap melakukan tatap muka dengan masyarakat,” katanya. 

Baca juga: Refly Harun Usul Pilkada 2020 Dipilih Lewat DPRD Saja

img_title KPU Depok Tak Masalah Wali Kota Idris Tidak Hadir saat Pleno Penetapan Pemenang Pilkada 2024

Saat ini melihat tingkat kedisiplinan terhadap penerapan protokol kesehatan COVID-19 yang masih rendah, maka menurutnya pelaksanaan pilkada tersebut seharusnya ditunda. Karena disiplin penerapan protokol kesehatan yang rendah, berpotensi menjadi klaster penyebatan virus corona baru.

“Pilkada dilakukan dengan tingkat kedisiplinan yang sangat rendah kita khawatir. Pilkada jadi klaster baru penyebaran COVID-19 semakin menggila,” katanya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maka sebelum itu terjadi, PBNU mengimbau agar sepanjang kita belum bisa menerapkan protokol kesehatan diterapkan, sejauh itu pilkada sebaiknya di tunda. Dalam proses politik dan pemilu di daerah, menurutnya keselamatan rakyat menjadi nomor satu yang harus dipikirkan pemerintah.

“Kita sepakat pilkada cara demokrasi memilih pemimpin. Yang terpenting dari semua proses keselamatan setiap nyawa warga negara. Mari kita berpikir ulang penyebaran COVID-19 masih jadi masalah besar. Situasi saat ini tidak normal. Maka perlu penyelesaian, semua duduk bersama. Jiwa harus diutamakan,” paparnya.

Wamendagri, Bima Arya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat

Kemendagri Ungkap Partisipasi Perempuan Meningkat di Pilkada 2024

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto mengatakan partisipasi perempuan pada Pilkada Serentak 2024 mengalami kenaikan dibanding pada Pilkada 2015.

img_title
VIVA.co.id
17 Maret 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut