Bawaslu Endus Potensi Politik Uang Jelang Pencoblosan di Pilkada 2020

Bawaslu
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Pencoblosan Pilkada 2020 tinggal dua pekan lagi. Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ratna Dewi Pettalolo meminta para pengawas mulai melakukan pendeteksian titik rawan terjadinya potensi pelanggaran. 

img_title Komisi II DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang

Pelanggaran yang harus diantisipasi jelang pencoblosan seperti kemungkinan terjadinya aksi politik uang, yang terkadang banyak dilakukan dengan cara senyap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pengawas juga harus mampu mendeteksi titik-titik rawan potensi pelanggaran termasuk politik uang yang terkadang dilakukan melalui silent operation atau cara senyap," kata Dewi melalui keterangan tertulis, Sabtu 21 November 2020.

img_title DPR Sebut Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang Gagasan Menarik

Dewi menambahkan, jajaran pengawas bisa pula turut memastikan tersalurkannya hak konstitusional warga negara Indonesia yang telah mempunyai hak pilih terjaga dengan baik sebagai bentuk daulat rakyat untuk menggunakan hak pilihnya saat 9 Desember 2020. 

"Kita juga harus memastikan warga Indonesia yang telah memiliki hak pilih sudah mendapatkan formulir C6 dan itu tiga hari sebelum hari pemungutan suara," tuturnya.

img_title Bawaslu Usul Pelaku Money Politic Tak Bisa Ikut Pemilu Satu Periode

Saat Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Serentak Lanjutan Tahun 2020 bagi Jajaran Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Tojo Una-Una, di Ampana, Tojo Una-Una, Nusa Tenggara Timur, Kamis, 19 November 2020, ia kembali mengingatkan jajarannya tentang pentingnya mengawasi pelaksanaan kampanye agar tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19. 

Dan pengawasan tersebut, menurutnya, harus dipastikan berjalan hingga saat pemungutan suara berlangsung di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dan penghitungan hasil suara pilkada serentak 2020.

"Pemilu maupun pilkada itu identik dengan kerumunan, tetapi karena ada COVID-19, kita harus menjalankan protokol kesehatan. Jangan sia-siakan kewenangan yang kita miliki, apalagi menjelang pencoblosan. Intensitas kampanye semakin tinggi. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya juga mendoakan seluruh jajaran pengawas pemilihan dapat bekerja maksimal dan profesional,” harapnya. (art)

Baca juga: Garangnya Kapolda Metro Baru, Ancam Tindak Pelanggar Prokes

Ilustrasi Politik Uang

Bukan Kemiskinan, Ternyata Ini Kerawanan Utama Terjadinya Politik Uang

Kerawanan politik uang lebih dipengaruhi ketatnya persaingan antar caleg dalam partai yang sama, tipisnya margin kemenangan, serta kuatnya jaringan broker politik.

img_title
VIVA.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut