Golkar Klaim Program Pradi soal Berobat Gratis Bukan Omong Kosong

Sejumlah politikus Partai Golkar bersama calon wakil wali kota Depok, Afifah.
Sumber :
  • VIVA/Zahrul Darmawan

VIVA – Program berobat gratis dengan hanya bermodal Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang digagas oleh pasangan calon wali-wakil wali kota Depok, Pradi Supriatna-Afifah Alia, menuai sorotan. Ide ini dinilai sangat penting karena menjadi solusi bagi warga kurang mampu.  

img_title Imam-Ririn yang Keok di Depok Gugat ke MK, Praktisi Hukum: Gugatan Sia-sia, Putus Asa

Menurut Ketua Partai Golkar Depok, Farabi A Rafiq, memang banyak keluhan yang kerap ia dengar, terutama sebagai seorang dokter, dari warga atas biaya pengobatan. Terlebih bagi mereka yang memang berlatar belakang dari ekonomi kurang mampu. Namun persoalan itu terkesan luput dari pantauan mereka yang nyinyir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita tahu rakyat Depok ini sering mengeluh, orang berobat enggak punya duit. Ini kenyataan, jangan ngomong ini-itu deh, jangan bilang omong kosong,” katanya, Senin, 19 Oktober 2020.

img_title KPU Depok Pleno Penghitungan Suara, Supian Suri-Chandra Rahmansyah Menang Pilkada 2024

Baca: Ketua Satgas Tegaskan Pilkada Bukan Masalah Utama Potensi COVID-19

Farabi bahkan mengakui, Afifah dan bahkan sejumlah politikus Golkar yang lain kerap merasakan kepedihan warga sehingga harus berbuat lebih. Warga kerap harus berutang sana-sini. Afifah juga sering dimintai tolong oleh warga kalau berurusan dengan pelayanan kesehatan.

img_title Di Pilkada 2024 PKS Kalah di Basis Massanya Seperti Depok, Penyebabnya Karena Ini?

Golkar, melalui Komisi D di DPRD Depok, kata Farabi, bahkan kerap bersitegang dengan pihak rumah sakit untuk membantu warga yang membutuhkan. Golkar tak ingin kasus-kasus semacam itu terulang di masa mendatang.

Menurutnya, program yang digulirkan Pradi-Afifah sangat bisa diterapkan dan bukan omong kosong. Caranya adalah bersinergi dengan BPJS Kesehatan, alih-alih dianggap bertentangan sebagaimana dituduhkan lawan politik Pradi. "Konstitusinya jelas: BPJS kita bersinergi.”

Dia mencontohkan program serupa yang telah berjalan di Kota Bekasi, yakni program kesehatan pemerintah kota disinergikan dengan BPJS Kesehatan. Putra pedangdut legendaris A Rafiq ini juga mengatakan, memang saat baru pertama program itu digulirkan di Bekasi sempat ada tumpang tindih aturan, namun akhirnya bisa berjalan setelah direvisi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Masa Kota Depok enggak bisa. Nah, kita merasa, karena Bu Afifah berbarengan dengan kita, maka kita mau program ini berjalan dengan baik, supaya rakyat enggak stres lagi soal duit,” katanya.

Farabi menegaskan, jangan sampai pelayanan hanya bersifat pencitraan. “Ada orang sakit dijengukin, pas mau dibawa ke rumah sakit pada mundur, karena pakai DP dan sebaginya. Tapi kalau dijamin kesehatannya maka terobati semua warga Depok,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut