Pilkada Depok: Pradi Blakblakan Tuding Idris Cuma Wacana

Satu ruas jalan di kota Depok, Jawa Barat.
Satu ruas jalan di kota Depok, Jawa Barat.
Sumber :
  • VIVA/Zahrul Darmawan

VIVA – Selain soal birokrasi dan penegakan hukum untuk mencegah korupsi, hal yang juga jadi sorotan di Kota Depok adalah terkait infrastruktur. Pemerintah setempat terkesan hanya fokus pada wilayah Margonda dan abai mengembangkan wilayah lain. Kondisi itu dinilai berdampak pada kesenjangan ekonomi warga.

Pernyataan itu diungkapkan panelis dalam debat perdana calon kepala daerah Kota Depok yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta pada Minggu, 22 November 2020.

Calon wali kota Depok dari nomor urut satu, Pradi Supriatna, mengaku itu adalah pertanyaan yang menjadi keresahan warga Depok selama ini. “Sempat waktu itu kami berpasangan dengan Pak Idris, ada wacana membangun Margonda dua, tepatnya di wilayah barat, tapi enggak terwujud,” katanya dikutip pada Senin, 23 November.

Pradi berjanji, jika terpilih bersama Afifah Alia akan membuat ruas-ruas jalan baru dan jalan alternatif untuk kemudahan akses yang diyakini dapat menumbuhkan perekonomian di daerah lain.

Afifah menambahkan, sebagai jantung Kota Depok, Margonda memiliki panjang sekira 5 kilometer. Di sana ada sekira delapan apartemen, empat mal dan sekira 20 tower apartemen.

Menurutnya, selama ini semua pusat perekonomian hanya ada di Margonda karena Pemerintah Depok tidak berhasil membangun jalan-jalan di sekitarnya.

Lulusan Teknik Sipil Universitas Pancasila itu berwacana, jika diamanahkan sebagai wakil wali kota mendampingi Pradi, dia bakal menyiapkan anggaran untuk penyediaan lahan.