Calon PDIP di Pilkada Depok Janji Akan Batasi Izin Pasar Modern

Calon Wakil Wali Kota Depok, Afifah Alia (baju merah)
Sumber :
  • VIVA / Zahrul Darmawan (Depok)

VIVA – Calon Wakil Wali Kota Depok nomor urut satu, Afifah Alia mengungkapkan sejumlah solusi terkait pemulihan ekonomi di masa pandemi. Beberapa strategi ia paparkan dalam debat putaran kedua yang berlangsung pada Senin malam, 30 November 2020.

img_title Imam-Ririn yang Keok di Depok Gugat ke MK, Praktisi Hukum: Gugatan Sia-sia, Putus Asa

“Fokus utama kami adalah pertumbuhan ekonomi modern dan pasar tradisional. Kami akan membatasi perizinan pasar modern karena pasar modern hanya boleh berada di jalan-jalan utama dan tidak boleh masuk ke perkampungan atau kompleks perumahan,” katanya dikutip pada Selasa, 1 Desember 2020

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, pendamping Pradi Supriatna itu berjanji akan menfasilitasi warung-warung agar memiliki akses distributor pertama, sehingga mendapatkan harga yang murah. “Sehingga warung-warung di Kota Depok bisa bersaing dengan pasar modern,” ujarnya

img_title KPU Depok Pleno Penghitungan Suara, Supian Suri-Chandra Rahmansyah Menang Pilkada 2024

Selain itu, Afifah juga berjanji akan merevitalisasi pasar-pasar tradisional agar memiliki fasilitas modern sehingga bersih, nyaman, aman serta harga sewa terjangkau, murah untuk semua pelaku usaha dengan mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sehingga pengelolaannya lebih profesional.

“Kami juga akan membuka akses jalan penghubung ke pasar-pasar tradisional sehingga mudah diakses oleh warga maupun penjual,” kata Afifah.

img_title Di Pilkada 2024 PKS Kalah di Basis Massanya Seperti Depok, Penyebabnya Karena Ini?

Lulusan Teknik Sipil Universitas Pancasila itu menegaskan, pihaknya akan tetap konsisten menerapkan protokol COVID-19 di tempat-tempat umum dan bukan hanya di pasar. “Kami juga akan melakukan pemanfaatan fasilitas online dan pasar tradisional,” tuturnya.

Sementara itu, Calon Wali Kota Depok, Pradi Supriatna menyinggung layanan kesehatan di Kota Depok, yang menurutnya selama 15 tahun kota tersebut dipimpin dari kubu Partai Keadilan Sejahtera (PKS), tidak ada perubahan yang berpihak pada kepentingan rakyat.  

“Fakta sesungguhnya yang terjadi di Kota Depok di mana fasilitas kesehatan masih perlu disesuaikan dan mahal,” katanya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika dirinya terpilih bersama Afifah Alia, menjadi wali kota dan wakil wali kota maka Pradi berjanji akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan persoalan kesehatan selama lebih kurang 15 tahun terakhir di Kota Depok.

Adapun soal penanganan COVID-19, pasangan calon dari nomor urut satu ini memberikan beberapa solusi, yang pertama adalah sosialisasi protokol kesehatan melalui RT/RW dengan jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan. Kemudian membagikan 3 juta masker.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut