Jagoan PKS di Pilkada Depok Serang Balik Calon Gerindra saat Debat

Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Depok Pradi Supriatna-Afifah Alia dalam forum debat kandidat pilkada yang disiarkan secara langsung di satu televisi swasta pada Senin malam, 30 November 2020.
Sumber :
  • VIVA/Zahrul Darmawan

VIVA – Dua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Depok berdebat sengit dalam forum debat kandidat pilkada yang disiarkan secara langsung di satu televisi swasta pada Senin malam, 30 November 2020.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Dalam debat putaran kedua itu, jagoan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hanya menampilkan sang calon wakil wali kota, Imam Budi Hartono, karena pasangannya, Mohammad Idris, masih dirawat di rumah sakit setelah positif COVID-19.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Idris dan Pradi Supriatna sebetulnya merupakan wali kota dan wakil wali kota Depok yang masih resmi menjabat. Namun, keduanya berpisah untuk mencalonkan diri masing-masing dan menggaet tokoh sebagai calon wakil: Idris menggandeng Imam, sedangkan Pradi didampingi Afifah Alia.

img_title Ada Kopdes Merah Putih di Gunung, Gerindra: Sesuai Musyawarah Tingkat Desa

Baca: Tak Ada Toleransi, Idris Dilarang Ikut Debat Kandidat Pilkada Depok

Meski tampil sendirian dalam forum debat kandidat itu, Imam masih mampu menangkis kritik-kritik yang disampaikan rivalnya, pasangan Pradi Supriatna-Afifah Alia, yang dijagokan oleh koalisi Partai Gerindra dan PDIP serta sejumlah partai lain.

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Imam mengatakan, dalam situasi pandemi COVID-19 ini pemerintah pusat memiliki komitmen dan target pencapaian universal health coverage (UHC) bagi seluruh penduduk Indonesia. Pada 1 Januari 2019, ditargetkan minimal 95 persen, namun target itu belum tercapai dan di Depok pencapaian itu baru kisaran 84 persen.

Imam menanyakan strategi apa yang akan dilakukan pasangan Pradi-Afifah untuk meningkatkan UHC di Depok. Pradi menjawab, “Kami dalam kondisi ini tentunya tetap akan konsisten dengan apa yang kami sampaikan tadi bahwa kami akan memberikan bantuan-bantuan permodalan minimal Rp5.000.000 kepada warga Depok untuk memulai usaha setelah mengikuti pelatihan-pelatihan”.

“Kami akan membuat slogan-slogan dan akan merealisasikan dengan beli dan bela UMKM Depok,” imbuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Depok, menurutnya, termasuk kota aplikasi tertinggi di Jawa Barat, bahkan di Indonesia. “Inilah pola-pola seperti ini, ya kita lakukan kegiatan-kegiatan offline maupun online, dan ini saya pikir menjadi salah satu solusi di era pandemi,” ujarnya.

Sayangnya Imam justru menilai Pradi tidak paham persoalan sebagaimana yang dia tanyakan. “Pak Pradi, yang dijawab kan tidak sesuai apa yang saya tanyakan, padahal Bapak sudah menjabat selama lima tahun,” kata Imam.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut